PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Area Batam menargetkan pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga mencapai 150 ribu sambungan hingga 2030. Program ini tidak hanya memperluas akses energi bersih bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menghemat anggaran subsidi energi negara hingga Rp79 miliar per bulan atau hampir Rp1 triliun per tahun dari wilayah Batam saja.
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan pemasangan jargas dilakukan secara bertahap. Pada 2026, PGN telah menuntaskan sekitar 10.000 sambungan rumah (SR). Selain itu, sudah ada 4.000–5.000 SR yang terbangun dari program sebelumnya.
“Pengumpulan data calon pelanggan dan pemasangan berjalan bersamaan. Setelah 10.000 sambungan tahun ini, tahun depan penugasannya bisa lebih besar, sekitar 20.000 sampai 30.000 sambungan,” ujar Wendi, kemarin.
Saat ini, jaringan gas PGN telah menjangkau tiga kecamatan di Batam, yakni Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota. Dalam tahap berikutnya, ekspansi akan dilakukan ke wilayah Nongsa, Nagoya, dan Sekupang, sekaligus memperluas jaringan di kecamatan yang sudah lebih dulu terpasang.
PGN juga masih melakukan pendataan calon pelanggan hingga paling lambat Juni 2027 untuk memastikan target hampir 150.000 sambungan dapat tercapai sesuai rencana.
Jika seluruh program terealisasi, penggunaan jargas di Batam diharapkan mampu menggantikan sebagian besar konsumsi LPG rumah tangga, sehingga berdampak langsung terhadap efisiensi belanja subsidi energi pemerintah.
“Kalau dihitung, potensi penghematan subsidi bisa sekitar Rp79 miliar per bulan atau hampir Rp1 triliun per tahun. Itu baru dari Batam saja,” kata Wendi.
DUntuk menjamin keberlanjutan pasokan, PGN memanfaatkan gas dari Wilayah Natuna yang dialirkan melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Batam. Gas tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) serta kebutuhan rumah tangga dan industri.
Sekitar 80 BBTUD dialokasikan untuk pembangkit listrik, sementara 30 BBTUD diperuntukkan bagi kebutuhan di Pulau Batam. Wendi menegaskan, pasokan gas dari Sumatera Selatan tetap berjalan dan tidak digantikan.
“Masuknya gas dari Natuna ini menambah pasokan, bukan menggantikan yang dari Sumatera Selatan,” jelas Wendi.
Terkait peralihan dari LPG tabung ke jargas, masyarakat yang telah memiliki tabung LPG tetap dapat menjualnya kembali. Pemerintah juga berencana mengalihkan distribusi LPG ke wilayah kepulauan yang belum dapat dijangkau jaringan gas.
“LPG nantinya bisa dialihkan ke pulau-pulau yang memang masih membutuhkan dan belum bisa dimasuki jaringan gas,” pungkasnya.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

































