IHSG Berpotensi Volatil, Pasar Waspadai Negosiasi AS–Iran dan Sentimen Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak volatil pada perdagangan Kamis (26/03), seiring pelaku pasar masih mencermati dinamika geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG dibuka menguat 11,54 poin atau 0,16 persen ke level 7.313,66. Sementara itu, indeks LQ45 naik tipis 0,06 persen ke posisi 746,87.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai kondisi pasar saat ini masih dibayangi ketidakpastian global. “Kiwoon Research sarankan untuk lakukan Average Up dengan penuh perhitungan dan menerapkan money-management dengan disiplin,” ujarnya dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (26/3).

- Advertisement -

Dari sisi eksternal, pasar global menyoroti proposal damai 15 poin yang diajukan AS, mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz hingga pembongkaran fasilitas nuklir Iran. Presiden Donald Trump menyebut negosiasi sedang berlangsung, namun Iran menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan dan menolak penghentian perang sebelum persyaratannya dipenuhi.

Iran diketahui menuntut penghentian perang secara penuh, pengakuan kontrol atas Selat Hormuz, pencabutan sanksi ekonomi, pemberian kompensasi, hingga kebebasan menjalankan program militer. Sejumlah negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir disebut menjadi mediator, namun jarak posisi kedua pihak masih sangat lebar.

- Advertisement -

“Kondisi pasar saat ini berada pada fase ‘hope vs reality’. Setiap berita bernada positif memicu risk-on, namun langsung diimbangi bantahan dari Iran,” kata Liza.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve berubah signifikan. Pasar kini tidak lagi memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga tahun ini. Bank of America (BofA) menyampaikan bahwa harga minyak yang berada di kisaran USD 80–100 per barel berpotensi mendorong The Fed bersikap lebih hawkish. Namun bila lonjakan harga minyak bersifat sementara dan menekan konsumsi, The Fed dapat kembali dovish.

Dari dalam negeri, pemerintah meningkatkan kewaspadaan energi melalui Kementerian ESDM dan PT Pertamina. Langkah pengamanan stok BBM dipercepat, termasuk diversifikasi impor ke negara-negara di luar jalur Selat Hormuz seperti Malaysia, Brunei, Afrika, dan Amerika. Saat ini, stok BBM nasional berada pada kisaran 27 hari, masih di atas batas minimum tetapi tetap rentan terhadap gangguan rantai pasok global.

Di bidang kebijakan luar negeri, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki komitmen pendanaan USD 1 miliar untuk Board of Peace (BoP). Partisipasi Indonesia hanya sebatas pasukan perdamaian dan bantuan kemanusiaan, sementara rencana pengiriman 8.000 pasukan masih ditunda.

- Advertisement -

Dalam menjaga stabilitas keuangan domestik, Kementerian Keuangan menambah penempatan dana pemerintah hingga Rp100 triliun ke perbankan, sehingga total mencapai sekitar Rp300 triliun. Kebijakan ini dilakukan sebagai respons atas kenaikan imbal hasil obligasi negara dan untuk meredam potensi pengetatan likuiditas.

Di tengah sorotan publik terhadap polemik Coretax, pemerintah juga mendorong optimalisasi penerimaan negara melalui wacana penerapan bea keluar batu bara dan nikel. Regulasi ditargetkan final pada 26 Maret 2026 dan berpotensi berlaku mulai 1 April. Kebijakan tersebut diperkirakan dapat menambah penerimaan hingga Rp25 triliun, meski dinilai berisiko menimbulkan resistensi dari pelaku industri.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan akan merilis kebijakan peningkatan kuota produksi batu bara dan revisi RKAB 2026 setelah Lebaran. Langkah ini ditujukan untuk menambal defisit APBN di tengah momentum kenaikan harga komoditas.

Dari bursa global, pasar Eropa kompak menguat pada perdagangan Rabu (25/03). Euro Stoxx 50 naik 1,29 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,42 persen, DAX Jerman naik 1,41 persen, dan CAC Prancis menguat 1,33 persen. Wall Street juga bergerak positif, dengan S&P 500 naik 0,54 persen, Nasdaq menguat 0,67 persen, dan Dow Jones naik 0,66 persen.

Adapun bursa Asia pada Kamis pagi bergerak variatif. Nikkei melemah 0,61 persen, sementara Shanghai Composite naik 0,45 persen. Indeks Hang Seng menguat 1,37 persen dan Strait Times naik 0,42 persen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img