IHSG Menguat Tipis di Tengah Tekanan Pasar Global dan Pelemahan Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Kamis dengan penguatan tipis, meski mayoritas bursa saham global dan Asia bergerak melemah. IHSG dibuka naik 1,89 poin atau 0,02 persen ke level 8.946,70. Sementara indeks LQ45 turun 0,92 poin atau 0,11 persen ke posisi 870,40.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan sepanjang hari apabila mampu bertahan di area support 8.900.

- Advertisement -

“IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (8/1).

Dari mancanegara, sentimen pasar tertekan oleh sejumlah kebijakan dan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump mengungkapkan bahwa otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran mengenai potensi kelebihan pasokan minyak global.

- Advertisement -

Pasar juga merespon negatif sikap Trump yang menegaskan larangan bagi perusahaan pertahanan untuk membagikan dividen atau melakukan buyback hingga seluruh keluhan pemerintah terhadap industri tersebut terselesaikan. Selain itu, Trump menyebut bahwa AS akan melarang investor institusional besar membeli properti single-family homes, yang menekan saham-saham private equity seperti Blackstone dan Apollo Global Management.

Dari kawasan Asia, investor mencermati ketegangan geopolitik antara Jepang dan China yang turut memberikan tekanan terhadap pasar regional.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah berencana memangkas target produksi mineral dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan, sekaligus mendorong pemulihan harga komoditas yang sebelumnya tertekan akibat surplus pasokan. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi saham sektor pertambangan.

Pada perdagangan Rabu (7/1) kemarin, bursa saham Eropa ditutup mayoritas melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,12 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,74 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,92 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,04 persen.

- Advertisement -

Bursa AS di Wall Street juga ditutup mayoritas melemah pada Rabu (7/1/2026), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,94 persen ditutup di level 48.996,19, indeks S&P 500 melemah 0,34 persen ke level 6.920,95, sementara indeks Nasdaq Composite menguat 0,06 persen ditutup di 25.653,90.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 236,98 poin atau 0,46 persen ke 51.725,50, indeks Shanghai melemah 2,39 poin atau 0,06 persen ke 4.083,65, indeks Hang Seng melemah 363,45 poin atau 1,42 persen ke 26.094,00, sementara indeks Strait Times menguat 12,52 poin atau 0,28 persen ke 4.761,02.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img