Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, melaksanakan program penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan Muara Beting, Kabupaten Bekasi, Rabu (14/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir yang mengalami kerusakan selama dua dekade terakhir.
Penanaman dilakukan di wilayah pesisir Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Jawa Barat, yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan ekosistem mangrove terpenting di pesisir utara Jawa. Mangrove di Muara Beting berfungsi sebagai pelindung alami pantai, penyerap karbon, serta habitat berbagai flora dan fauna, termasuk spesies langka seperti burung migran dan monyet ekor panjang.
Namun, selama 20 tahun terakhir, kawasan ini mengalami penurunan kualitas akibat abrasi, alih fungsi lahan, dan eksploitasi sumber daya alam. Kondisi tersebut berdampak pada lingkungan, mata pencaharian masyarakat pesisir, serta potensi pengembangan ekowisata setempat.
Melihat kondisi tersebut, program penanaman mangrove dinilai menjadi langkah strategis untuk memulihkan kawasan pesisir. Rehabilitasi dilakukan tidak hanya melalui penanaman bibit, tetapi juga dengan melibatkan masyarakat setempat, lembaga pendidikan, serta pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Penyerapan karbon dari 5.000 pohon mangrove sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jenis mangrove, usia dan kesehatan pohon, hingga kondisi lingkungan sekitarnya.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
“Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen IFG untuk hadir di setiap lingkup hidup masyarakat dengan semangat melayani sepenuh hati.”
“IFG juga berharap langkah ini menjadi wujud nyata kami dalam merawat alam di tengah kondisi iklim yang makin sulit diprediksi ini,” ujar Denny.
Ia juga menyampaikan bahwa program penanaman mangrove tersebut selaras dengan Asta Cita Prioritas Nasional.
Program ini mendukung upaya penyelarasan kehidupan yang harmonis antara manusia, lingkungan, alam, dan budaya, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Dalam jangka panjang, IFG berharap kawasan mangrove Muara Beting tidak hanya terlindungi dari ancaman abrasi pantai, tetapi juga berkembang sebagai pusat konservasi dan destinasi ekowisata pesisir.
“Untuk jangka panjang, tentu harapan program IFG Group ini tidak hanya tentang menjaga lingkungan dari abrasi pantai tapi juga menjadi aset pengembangan ekowisata dan konservasi pesisir.”
“Kami bangga kegiatan ini dapat melibatkan banyak pihak dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” imbuh Denny.
Kegiatan penanaman mangrove ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan IFG, unsur kehutanan, aparat desa, komunitas lingkungan, hingga para relawan.
Kolaborasi lintas pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menjaga kelestarian ekosistem pesisir Muara Beting di masa mendatang.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































