Sabtu, Januari 17, 2026
spot_img

IHSG Naik 0,40 Persen, Investor Sambut Positif Pengetatan Aturan dan Pelemahan Dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis (4/12/2025) dengan penguatan signifikan. IHSG naik 34,86 poin atau 0,40 persen ke level 8.646,65. Sementara itu, indeks LQ45 turut menguat 0,58 persen ke posisi 854,09, menandai optimisme pelaku pasar terhadap arah kebijakan pemerintah dan regulator.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam laporannya menyebut pasar berpotensi bergerak positif sepanjang hari, seiring respons investor terhadap sejumlah langkah strategis untuk memperkuat stabilitas pasar modal Indonesia.

- Advertisement -

“Pasar diharapkan dapat bergerak positif pada Kamis,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (4/12).

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan insentif fiskal bagi investor ritel. Namun, kebijakan tersebut baru akan direalisasikan jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menuntaskan praktik manipulasi harga saham atau saham gorengan dalam enam bulan ke depan.

- Advertisement -

Purbaya menilai pemberian insentif di tengah kondisi pasar yang belum bersih berpotensi merugikan investor pemula. Karena itu, ia mendorong regulator untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melakukan manipulasi harga.

Selain itu, OJK dan BEI telah memfinalisasi penyesuaian Peraturan I-A yang bertujuan memperkuat struktur likuiditas, menjaga minat korporasi untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO), sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap kualitas saham di pasar.

Komisi XI DPR RI juga menyetujui usulan OJK dan BEI untuk menaikkan batas free float dalam ketentuan continuous listing obligation, dari 7,5 persen menjadi 10–15 persen sesuai kapitalisasi pasar emiten.

Dari mancanegara, pelaku pasar turut mencermati pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) serta sinyal perlambatan tenaga kerja. Data ADP menunjukkan penurunan 32.000 lapangan kerja sektor swasta pada November 2025 — jauh di bawah ekspektasi — mengindikasikan mulai melemahnya aktivitas perekrutan di tengah ketidakpastian ekonomi.

- Advertisement -

Indeks dolar AS juga merosot ke posisi terendah dalam sebulan di level 98,932. Tekanan ini dipicu meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve pada 10 Desember 2025, dengan probabilitas mencapai 88 persen. Pelemahan dolar mendorong minat risiko global dan membuka peluang arus dana asing masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari pasar global, perdagangan bursa Eropa pada Rabu (3/12/2025) ditutup variatif. Euro Stoxx 50 menguat 0,24 persen, sementara FTSE 100 Inggris melemah 0,10 persen. Indeks DAX Jerman turun 0,07 persen, sedangkan CAC 40 Prancis naik 0,16 persen.

Sementara itu, bursa AS di Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan Rabu (3/12/2025), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,86 persen ditutup di level 47.883,14, indeks S&P 500 menguat 0,30 persen ke level 6.849,98, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,20 persen ditutup di 25.342,85.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 692,32 poin atau 1,39 persen ke 50.545,00, indeks Shanghai melemah 17,21 poin atau 0,44 persen ke 3.860,27, indeks Hang Seng melemah 109,23 poin atau 0,41 persen ke 25.655,00, dan indeks Strait Times melemah 0,55 poin atau 0,01 persen ke 4.554,02.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img