PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Grup, terus memacu produksi untuk memastikan ketersediaan stok menghadapi musim tanam Oktober 2025 – Maret 2026. Hingga 10 Oktober 2025, Pupuk Kaltim berhasil mencatat total produksi sebesar 5.348.578 ton atau lebih dari 80 persen target tahun 2025.
Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F Purwanto menjelaskan pencapaian produksi ini merupakan bagian dari langkah Perusahaan menjamin ketersediaan stok bagi petani, guna mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kami terus memastikan operasional produksi berjalan lancar, guna memenuhi kebutuhan pupuk secara optimal, terutama untuk musim tanam akhir tahun ini,” ujar Purwanto.
Purwanto menjelaskan, saat ini Pupuk Kaltim telah memproduksi 2.849.530 ton Urea dan 247.745 ton NPK. Sementara untuk produk petrokimia, perusahaan mencatatkan realisasi produksi sebesar 2.251.303 ton amonia.
Dengan capaian produksi yang positif tersebut, Pupuk Kaltim optimistis dapat memenuhi target produksi tahun 2025 sebesar 6,43 juta ton, yang meliputi 3,43 juta ton urea, 285 ribu ton NPK, dan 2,71 juta ton amonia. Hal ini didukung performa operasional yang stabil, serta kapasitas produksi tahunan dari 13 pabrik, dengan total mencapai 3,43 juta ton urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia.
Menurut Purwanto, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan keandalan operasi melalui sejumlah proyek strategis, seperti peremajaan (revamping) Pabrik Amonia PKT-2. Proyek ini bertujuan meningkatkan efisiensi energi, mengurangi konsumsi gas, serta menurunkan emisi CO2.
Melalui inisiatif ini, Pupuk Kaltim tidak hanya memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Selain itu Pupuk Kaltim juga memperkuat kompetensi operator, melalui program pelatihan berbasis virtual reality (VR) bernama House of Future. Program ini mengkombinasikan teknologi dan inovasi untuk mendorong kinerja optimal insan Pupuk Kaltim.
Melalui simulator berbasis VR yang memiliki tingkat kemiripan hingga 90 persen dengan kondisi lapangan, Pupuk Kaltim memberikan kesempatan karyawan untuk mengembangkan kompetensi, sekaligus meningkatkan standar operasional.
“Ke depannya, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan kapasitas produksi guna menunjang sektor pertanian nasional. Pupuk Kaltim juga akan mengeksplorasi potensi inovasi yang dapat mendorong optimalisasi produksi,” tutup Purwanto.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































