Senin, Januari 19, 2026
spot_img

IHSG Dibuka Menguat 16 Poin, Meski Diprediksi Bergerak Mendatar Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi terpantau dibuka menguat meski diprediksi akan bergerak mendatar sepanjang hari. Penguatan IHSG terjadi di tengah beragam sentimen ekonomi dari dalam negeri dan global yang masih berfluktuasi.

IHSG dibuka naik sebesar 16,41 poin atau 0,22 persen ke level 7.531,60. Sementara itu, indeks LQ45—yang mencerminkan pergerakan saham-saham unggulan—juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,25 poin atau 0,03 persen ke posisi 796,46.

- Advertisement -

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam laporannya menyebutkan bahwa pergerakan IHSG hari ini diprediksi akan cenderung sideways. Hal ini disebabkan oleh kombinasi sentimen regional dan global yang belum memberikan arah yang konsisten.

Dari dalam negeri, optimisme muncul setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 3,7 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq). Angka ini menunjukkan pemulihan signifikan dari kontraksi 0,98 persen pada kuartal sebelumnya.

- Advertisement -

Secara tahunan (year-on-year/yoy), pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,12 persen, meningkat dari 4,87 persen yoy pada kuartal I 2025. Pertumbuhan ini juga melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan hanya sebesar 4,8 persen, serta menjadi laju ekspansi tahunan tercepat sejak kuartal II 2023.

Dari sisi global, rilis data neraca perdagangan Amerika Serikat turut menjadi perhatian pelaku pasar. Defisit perdagangan AS pada Juni 2025 tercatat menyempit menjadi 60,2 miliar dolar AS, yang merupakan angka terendah sejak September 2023. Angka ini lebih kecil dibandingkan defisit pada Mei 2025 yang telah direvisi menjadi 71,7 miliar dolar AS, dan juga lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 61,6 miliar dolar AS.

Dari kawasan Asia, aktivitas jasa China berekspansi dalam 14 bulan pada Juli 2025, didorong oleh permintaan yang lebih kuat, termasuk peningkatan pesanan ekspor baru, menurut survei sektor swasta pada hari Selasa (5/8).

Sementara itu, dari kawasan Asia, aktivitas sektor jasa China menunjukkan penguatan. Berdasarkan survei S&P Global, indeks manajer pembelian (PMI) Jasa Umum China naik menjadi 52,6 pada Juli 2025, dari sebelumnya 50,6 pada bulan Juni. Angka tersebut menunjukkan ekspansi tercepat dalam 14 bulan terakhir, didorong oleh permintaan yang meningkat termasuk lonjakan pesanan ekspor.

- Advertisement -

Pada perdagangan Selasa (05/08), bursa saham Eropa ditutup menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,12 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,16 persen, indeks DAX Jerman naik 0,37 persen, serta indeks CAC Prancis melemah tipis 0,14 persen.

Bursa saham AS di Wall Street ditutup melemah pada Selasa (05/08), di antaranya indeks S&P 500, turun 0,49 persen dan ditutup di level 6.299,19, sementara Nasdaq Composite melemah 0,65 persen menjadi 20.916,55, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan sekitar 61,90 poin, atau 0,14 persen dan berakhir di 44.111,74.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 262,46 poin atau 0,64 persen ke 40.805,50, indeks Shanghai menguat 0,76 poin atau 0,03 persen ke 3.618,87, indeks Hang Seng melemah 104,69 poin atau 0,28 persen ke 24.840,55, dan indeks Strait Times menguat 8,73 poin atau 0,23 persen ke 4.119,45.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img