Bea Cukai Dampingi UMKM Go Global, Produk Lokal Kian Siap Bersaing di Pasar Internasional

Terbatasnya pemahaman tentang tata cara ekspor dan fasilitas kepabeanan masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha khususnya UMKM dalam memperluas pasar ke tingkat global. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bea Cukai berupaya memberikan pendampingan kepada pelaku usaha yang berpotensi ekspor.

“Bantuan ekspor yang dilakukan oleh unit vertikal Bea Cukai di berbagai daerah merupakan bentuk pelaksanaan fungsi fasilitator perdagangan dan bantuan industri untuk mendorong peningkatan daya saing produk lokal dan mendukung kinerja ekspor nasional,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo.

Salah satu kegiatan tersebut dilakukan Bea Cukai Bogor melalui program Klinik Ekspor kepada CV Bahari Tirta Utama pada Kamis (11/06). Kegiatan yang dilaksanakan melalui program Customs Visit Customer (CVC) ini merupakan sarana untuk menggali profil perusahaan, mengidentifikasi potensi ekspor, serta memberikan pendampingan terkait prosedur ekspor, peraturan kepabeanan, dokumen yang diperlukan, dan peluang pasar internasional.

CV Bahari Tirta Utama merupakan UMKM binaan Bea Cukai Bogor yang telah beroperasi selama 21 tahun dan bergerak di bidang produksi pakan ternak. Produk yang dihasilkan antara lain susu bubuk untuk hewan bermerek Maxinos, pupuk organik, media tanam, dan produk biomassa berupa pelet kayu. Selain melayani pasar domestik, produk suplemen pakan perusahaan juga telah diekspor ke Vietnam pada tahun 2015.

Bantuan serupa dilakukan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun pada Kamis (11/06) melalui kunjungan kerja dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha di Pulau Moro. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Ekstensi dan Informasi Layanan Ekstensi dan Informasi Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Abraham Tarigan bersama Kepala Seksi Perbendaharaan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, P. Alhadi Sembiring, menyasar sejumlah pelaku usaha, yakni PT Kelapa Tengah Kepulauan Riau, CV Moro Sukses, PT Kerupuk Ikan Cap Udang Kara, dan PT Pulau Mas Moro Mulia.

Melalui kegiatan tersebut, Bea Cukai memberikan dukungan teknis dan membuka ruang diskusi untuk memetakan potensi dan kendala bisnis. Komoditas lokal dari Pulau Moro diharapkan dapat berkembang dan memiliki akses yang lebih luas ke pasar internasional dengan dukungan pemahaman prosedur kepabeanan dan ekspor.

Sementara itu, Bea Cukai Cilacap memberikan bantuan kepada KYE Ecoprint di Cilacap Selatan dan Batik Rajasamas di Kabupaten Maos pada 11-12 Juni 2026. Kedua UMKM tersebut memiliki pengalaman pasar internasional, yaitu KYE Ecoprint dengan Malaysia dan Turki, dan Batik Rajasamas dengan Singapura dan Kaledonia Baru.

Dalam kegiatan ini, Bea Cukai Cilacap memperkenalkan Program Agen Fasilitas Pabean sebagai penunjang UMKM berorientasi ekspor. Kepala Seksi Bea dan Cukai serta Dukungan Teknis Bea Cukai Cilacap, Andi Chusna, mengatakan Bea Cukai terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis UMKM dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.

Melalui edukasi, pendampingan, dan fasilitasi berkelanjutan, Bea Cukai mendorong semakin banyak pelaku usaha daerah untuk siap bersaing di pasar global sekaligus membawa produk-produk unggulan Indonesia untuk dikenal lebih luas.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img