PT Bank Victoria Syariah Tbk (BVIS) resmi menyetujui perubahan nama perseroan menjadi Bank Syariah Nasional (BSN). Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Rabu (20/8).
Perubahan nama ini menjadi bagian penting dari proses spin off BTN Syariah menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Dalam mekanismenya, BVIS diposisikan sebagai perusahaan cangkang untuk memfasilitasi transformasi kelembagaan tersebut.
Dengan persetujuan tersebut, Bank Syariah Nasional akan menjadi identitas baru BTN Syariah, baik untuk branding perusahaan maupun produk layanan. Meski begitu, penggunaan nama baru ini masih menunggu proses perizinan resmi dari regulator terkait.
Sebagai informasi, BTN Syariah selama ini berstatus sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Selama lebih dari dua dekade beroperasi, BTN Syariah berperan penting dalam pertumbuhan induk usahanya, terutama melalui kontribusi di sektor perumahan nasional dengan menyediakan akses pembiayaan rumah berbasis syariah bagi masyarakat.
Dirangkum dari situs resmi BTN, Bank Syariah Nasional merupakan BUS gabungan BTN Syariah dan BVIS, yang ditargetkan untuk menjadi bank syariah terbesar kedua dalam kurun waktu yang tidak lama, dengan bisnis yang efisien, inklusif, dan berbasis nilai-nilai syariah.
Melalui corporate plan yang telah disiapkan BTN untuk BTN Syariah selama kurun waktu 2-3 tahun ke depan, bank syariah baru ini diharapkan akan menjadi bank yang berfokus pada digital meskipun core business-nya masih di sektor perumahan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































