Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan penurunan harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen pada Jumat (15/8) pukul 10.00 WIB. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas, sebagian besar komoditas strategis mengalami penurunan harga dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk komoditas sayuran, harga cabai rawit merah tercatat Rp46.934 per kilogram, turun dari Rp50.451 per kilogram. Bawang merah juga mengalami penurunan menjadi Rp48.751 per kilogram dari sebelumnya Rp53.829 per kilogram. Sementara itu, bawang putih bonggol dibanderol Rp37.180 per kilogram, turun dari Rp38.618 per kilogram.
Harga cabai merah keriting kini berada di level Rp40.561 per kilogram, menurun dari Rp42.827 per kilogram, dan cabai merah besar Rp39.775 per kilogram dari sebelumnya Rp42.921 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada komoditas beras. Beras premium dijual Rp16.002 per kilogram, beras medium Rp14.191 per kilogram, dan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) Rp12.516 per kilogram. Ketiganya mengalami penurunan tipis dibandingkan hari sebelumnya.
Komoditas lain yang tercatat turun antara lain jagung tingkat peternak Rp6.091 per kilogram, kedelai biji kering impor Rp10.698 per kilogram, gula konsumsi Rp18.101 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp20.573 per liter, minyak goreng curah Rp17.331 per liter, dan MinyaKita Rp17.248 per liter.
Produk hewani juga ikut terkoreksi. Daging sapi murni dijual Rp135.286 per kilogram, daging ayam ras Rp34.575 per kilogram, dan telur ayam ras Rp29.476 per kilogram. Sementara itu, daging kerbau beku impor turun menjadi Rp101.208 per kilogram, dan daging kerbau segar lokal Rp137.500 per kilogram.
Untuk produk olahan dan bahan pangan lain, tepung terigu curah berada di harga Rp9.527 per kilogram dan tepung terigu kemasan Rp12.564 per kilogram. Beberapa jenis ikan juga turun harga, seperti ikan kembung Rp40.927 per kilogram, ikan tongkol Rp33.924 per kilogram, dan ikan bandeng Rp32.824 per kilogram.
Selain itu, garam konsumsi kini dibanderol Rp11.587 per kilogram dari sebelumnya Rp11.749 per kilogram.
Bapanas menyebut tren penurunan ini dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan yang cukup serta distribusi pangan yang lancar di sejumlah daerah. Meski begitu, pemerintah tetap memantau perkembangan harga untuk menjaga stabilitas dan keterjangkauan bahan pokok di seluruh Indonesia.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































