Harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia mengalami fluktuasi pada awal pekan ini. Berdasarkan data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Kamis (07/08) pukul 06.50 WIB, beberapa bahan pokok mencatat penurunan harga, sementara lainnya menunjukkan kenaikan yang bervariasi.
Salah satu penurunan paling signifikan terjadi pada bawang merah, yang kini dibanderol sebesar Rp49.188 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp53.218 per kg. Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit merah, dari Rp51.825 menjadi Rp50.625 per kg. Cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing turun menjadi Rp39.818 dan Rp41.250 per kg.
Sementara itu, harga beras menunjukkan tren naik. Beras premium mengalami kenaikan dari Rp16.135 menjadi Rp16.455 per kilogram, sedangkan beras medium naik dari Rp14.386 menjadi Rp15.030 per kg. Untuk kategori beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harga naik tipis dari Rp12.598 menjadi Rp12.600 per kg.
Di sisi lain, harga daging sapi murni mengalami penurunan tajam dari Rp134.746 menjadi Rp121.111 per kg. Daging ayam ras juga turun dari Rp35.170 menjadi Rp34.050 per kg, diikuti telur ayam ras yang kini berada di harga Rp28.860 per kg, turun dari sebelumnya Rp29.553.
Untuk produk olahan dan bahan pokok lainnya, beberapa harga mengalami penurunan. Minyak goreng kemasan kini berada di harga Rp20.213 per liter, turun dari Rp20.809 per liter. Minyak curah turun menjadi Rp17.447 per liter, dan Minyakita menjadi Rp16.732 per liter. Tepung terigu curah dan kemasan masing-masing juga turun ke angka Rp9.594 dan Rp12.283 per kilogram.
Namun, tidak semua komoditas mengalami penurunan. Ikan laut segar justru menunjukkan tren sebaliknya. Ikan kembung naik menjadi Rp43.308 per kg, ikan tongkol menjadi Rp36.333 per kg, dan ikan bandeng melonjak ke angka Rp38.517 per kg, dari sebelumnya hanya Rp34.625.
Sementara itu, gula konsumsi tercatat mengalami kenaikan kecil dari Rp18.214 menjadi Rp18.217 per kilogram, sedangkan garam konsumsi mengalami penurunan signifikan dari Rp11.543 menjadi Rp10.174 per kg.
Fluktuasi harga pangan ini menjadi perhatian bagi konsumen dan pelaku pasar. Pemerintah melalui Bapanas terus memantau perkembangan harga untuk menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat, terutama menjelang periode-periode krusial seperti akhir tahun atau musim tanam.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News





























