Di tengah meningkatnya status rawan bencana di wilayah Kabupaten Karanganyar, semangat kolaborasi antar institusi terus digaungkan. Bank Jateng hadir sebagai bagian dari garda pendukung dalam sinergi kemanusiaan, bergabung dalam forum informal “Ngopi Bareng Relawan” yang digelar Bupati Karanganyar, Rober Christanto, pada Sabtu (5/7).
Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 relawan ini berlangsung di halaman rumah dinas Bupati dengan suasana lesehan dan penuh keakraban. Turut hadir sejumlah pejabat penting termasuk Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, Pemimpin Bank Jateng Cabang Karanganyar, Muhammad Heru Purnomo beserta seluruh Pemimpin Bank Jateng Cabang Pembantu di wilayah Kabupaten Karanganyar.
Pemimpin Bank Jateng Kantor Cabang (KC) Karanganyar mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada para relawan kemanusiaan yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam setiap situasi darurat.
“Kehadiran Bank Jateng dalam forum Ngopi Bareng Relawan yang diinisiasi oleh Bupati Rober merupakan bukti bahwa sektor keuangan juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun ketangguhan daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut Pemimpin Bank Jateng KC Karanganyar percaya bahwa kekuatan suatu daerah bukan hanya dilihat dari infrastrukturnya, tetapi juga dari solidaritas dan kesiapsiagaan masyarakatnya. Sinergi antara relawan, pemerintah, dan lembaga pendukung seperti Bank Jateng adalah modal penting untuk menjawab tantangan bencana yang bisa datang kapan saja.
“Melalui berbagai inisiatif CSR dan kemitraan sosial, kami berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan mendukung program-program kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Semangat gotong royong dan keikhlasan relawan adalah inspirasi bagi kami untuk selalu hadir di saat masyarakat paling membutuhkan,” katanya.
Bupati Rober dalam sambutannya memuji semangat relawan yang kerap turun ke lapangan bahkan sebelum ada instruksi resmi. Ia juga menyebut kehadiran Bank Jateng sebagai bukti keseriusan semua elemen untuk membangun koordinasi lintas sektor menghadapi potensi krisis.
Saat ini, Karanganyar kembali ditetapkan sebagai zona merah rawan bencana. Dalam kondisi ini, sinergi antara BPBD, komunitas relawan, dan institusi pendukung seperti Bank Jateng, menjadi pondasi penting dalam memperkuat respons cepat dan pemulihan pascabencana.
BPBD mencatat terdapat 88 kelompok relawan aktif yang telah menjalani pelatihan dan sebagian besar mengantongi sertifikat dari BNPB. Mereka bertugas mulai dari evakuasi, pendirian dapur umum, distribusi logistik, hingga pendampingan korban ke fasilitas kesehatan.
Dengan tren bencana yang tak dapat diprediksi, Bank Jateng terus memperluas peran sosialnya tidak hanya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi juga dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan pembangunan kapasitas masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































