PT Phapros Tbk (PEHA), anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk sekaligus bagian dari Holding BUMN Farmasi, menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 18-27 persen pada tahun 2025. Strategi ini didukung oleh efisiensi operasional, inovasi produk, dan digitalisasi bisnis yang terus ditingkatkan.
Dalam Public Expose Tahunan 2025 yang digelar secara daring pada Senin (01/7), Direktur Pemasaran Phapros, Maraja Jeson Siregar, menjelaskan bahwa perusahaan memperkirakan Harga Pokok Penjualan (HPP) hanya akan tumbuh sekitar 2-3 persen. Hal ini sejalan dengan upaya efisiensi melalui penerapan lean manufacturing dan inovasi proses produksi.
“Laba bersih diharapkan tumbuh positif,” kata Direktur Pemasaran PT Phapros Tbk Maraja Jeson Siregar dalam Public Expose Tahunan Tahun 2025 secara daring, di Jakarta.
Dalam pemaparannya, Maraja menjelaskan bahwa perusahaan telah menjalankan 5 strategi besar yang mencakup penguatan struktur keuangan, yang berkelanjutan melalui penguatan working capital dan pengendalian biaya dengan cara restrukturisasi utang perbankan, divestasi aset idle, divestasi penyertaan modal, optimalisasi penerimaan piutang dan efisiensi biaya di semua fungsi.
Strategi kedua yakni optimalisasi distribusi dan komersialisasi produk serta mencakup peningkatan kepuasan pelanggan. Strategi ketiga meliputi peningkatan kepuasan pelanggan melalui penguatan komersialisasi dan distribusi produk. Ketiga, penguatan portofolio produk eksisting dan produk baru inovatif serta improvement bisnis ekspor maupun registration holder.
“Grand strategi ketiga ini juga menjadi strategi fokus perseroan, di mana produk baru yang merupakan ‘darah segar’ bagi perseroan dan penyokong pertumbuhan perseroan di tahun-tahun mendatang,” kata Maraja.
Tahun ini, Phapros berencana meluncurkan sembilan produk baru, termasuk tambahan untuk lini terapi tuberkulosis (TBC), antibiotik jenis sefalosporin, multivitamin, dan produk peningkat stamina.
Transformasi proses bisnis juga menjadi sorotan penting, yang dijalankan melalui enam inisiatif strategis. Beberapa di antaranya adalah penguatan pangsa pasar melalui strategi harga yang lebih kompetitif, optimalisasi produk unggulan, serta integrasi rantai pasok berbasis teknologi untuk meningkatkan akurasi perencanaan dan distribusi. Selain itu, digitalisasi proses produksi dan sistem manajemen seperti e-maintenance machine serta IT master plan turut diterapkan untuk mendukung efisiensi operasional dan kesiapan menghadapi era Industri 4.0.
Penataan HPP dilakukan dengan cara mengoptimalkan utilisasi lini produksi, pengendalian persediaan yang fokus pada produk prioritas, serta meningkatkan kontribusi dari penjualan obat ethical dan produk over the counter (OTC). Maraja menambahkan bahwa perusahaan juga terus memperkuat kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian dari proses transformasi menyeluruh.
Strategi yang diterapkan sejak awal tahun menunjukkan hasil menggembirakan. Pada kuartal I-2025, penjualan konsolidasian Phapros tercatat tumbuh 17,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Maraja mengatakan, kinerja keuangan Phapros pada kuartal I-2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Penjualan konsolidasian tercatat tumbuh 17,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh lonjakan penjualan produk obat bebas (OTC) yang naik hingga 79 persen dan obat resep bermerek (ethical branded) yang meningkat 40 persen.
Selain penjualan, EBITDA perseroan juga tumbuh tinggi mencapai 315 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Begitu pula dengan laba bersih, tercatat tumbuh 80 persen.
“Kinerja yang tumbuh secara signifikan ini menjadi pertanda strategi perbaikan dan pembenahan di sepanjang tahun 2024 yang harus dilakukan manajemen, memberikan dampak pertumbuhan signifikan hampir di semua parameter pada tahun buku 2025 dan tahun-tahun mendatang,” kata Maraja.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News




























