PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Kupang melaporkan bahwa hingga akhir Juni 2025, pihaknya telah membangun sebanyak 320 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pembangunan 800 unit rumah subsidi di tahun 2025.
Branch Manager Bank BTN Cabang Kupang, Hans Maruahal Hutasoit, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis target tersebut akan tercapai, bahkan bisa melampaui target tahunan yang ditetapkan oleh kantor pusat BTN.
“Saat ni sudah 320 dan akan kita salurkan 200 lagi dalam rentang waktu kuartal ketiga,” kata Branch Manager PT BTN Cabang Kupang Hans Maruahal Hutasoit di Kupang, Selasa (9/7).
Pernyataan tersebut disampaikan Hans dalam rangka memaparkan perkembangan pembangunan rumah subsidi yang dikelola oleh BTN khususnya di wilayah NTT. Dia mengatakan bahwa sampai akhir tahun 2025 kemungkinan jumlah yang dibangun akan lebih dari target yang diberikan oleh BTN pusat.
Lebih lanjut, kata dia, jika dibandingkan dengan tahun 2024, target rumah yang diberikan tahun 2025 naik hampir 100 persen. “Karena pada tahun 2024 kami diberi target 420-an unit rumah terbangun di seluruh NTT,” ujar dia.
NTT sendiri menjadi salah satu provinsi yang memperoleh kuota pembangunan rumah subsidi terbesar dibandingkan daerah lain. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan Bank BTN dalam mendorong ketersediaan perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah timur Indonesia.
“Kalau saya secara pribadi menilai bahwa subsidi kita tertekan. Pada tahun sebelumnya kita sudah merasa aman, tetapi saat ini masih harus bekerja keras,” ujar dia.
Masalah efisiensi anggaran yang terjadi saat ini dikhawatirkan bisa berdampak pada permintaan rumah subsidi serta yang lebih ditakutkan adalah kredit bermasalah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































