PT Bank DKI resmi mengumumkan perubahan nama dan logo menjadi Bank Jakarta, sebagai bagian dari langkah transformasi strategis dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompetitif. Peluncuran identitas baru ini berlangsung di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (9/6), bertepatan dengan peringatan HUT Ke-498 Kota Jakarta.
“Ini adalah penanda transformasi strategis Bank DKI,” kata Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo pada peluncuran perubahan nama bank tersebut yang diselenggarakan di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (22/6).
Dia mengatakan bahwa perubahan yang dilakukan tidak sekedar pada nama dan logo, tetapi mencerminkan arah baru, semangat baru dan komitmen baru yang lebih kuat kepada masyarakat Jakarta dan Indonesia.
Menurut Agus, perubahan identitas ini dilatarbelakangi oleh pesatnya kemajuan teknologi, meningkatnya ekspektasi masyarakat, dan persaingan industri keuangan yang kini juga datang dari perusahaan teknologi finansial (fintech) yang agresif dan inovatif.
Manajemen BUMD DKI Jakarta bidang keuangan dan perbankan tersebut menyadari sepenuhnya untuk tetap relevan. “Kami tidak cukup hanya bertahan. Kami harus bertransformasi dan transformasi itu dimulai dari identitas kami,” katanya.
Agus menjelaskan latar belakang dari keputusan untuk melakukan rebranding sebagai simbol bahwa Bank DKI siap menatap masa depan dengan cara baru, cara yang lebih kuat, adaptif dan profesional.
Ia juga menjelaskan rebranding ini bukan berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari langkah berkelanjutan yang saat ini sedang dijalankan, yaitu transformasi digital untuk menghadirkan layanan berbasis ekosistem.
Rebranding menjadi Bank Jakarta juga merupakan bagian dari strategi transformasi digital yang lebih luas. Bank ini tengah melakukan perombakan menyeluruh pada proses bisnis, termasuk peningkatan produktivitas, kualitas kredit dan dana murah, penguatan manajemen resiko dan tata kelola, modernisasi infrastruktur teknologi informasi (IT) dan keamanan siber
Selain itu penguatan budaya kerja berbasis nilai “epic”, yaitu “excellent”, “professionalism”, “integrity”, “customer focus” dan “collaboration”.
Semua langkah ini, menurut Agus, berujung pada satu tujuan besar. Yaitu menjadikan Bank DKI sebagai institusi keuangan yang tumbuh sehat, dipercaya dan berdaya saing tinggi.
“Peluncuran hari ini kami selenggarakan di taman literasi, sebuah ruang publik yang mencerminkan nilai-nilai pembelajaran, keterbukaan, keberanian tumbuh dan semangat kolaborasi,” katanya.
Ini sejalan dengan komitmen Bank DKI untuk membuka lembaran baru menjadi bank yang tidak hanya kuat secara finansial, tapi juga berperan dalam mencerdaskan, memberdayakan dan menginspirasi masyarakat kota Jakarta
Pemilihan lokasi peluncuran di ruang publik seperti Taman Literasi menjadi simbol komitmen Bank Jakarta untuk tetap dekat dengan masyarakat. Dengan memilih momentum siang hari di tengah aktivitas warga serta perayaan ulang tahun Jakarta, Bank Jakarta ingin menegaskan kehadirannya sebagai bagian dari denyut nadi kota.
“Kami ingin hadir bukan di menara-menara megah, tapi di tengah masyarakat, karena kami percaya perubahan besar tidak lahir dari ruang yang nyaman, tapi dari semangat yang kuat dan komitmen yang nyata,” katanya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































