PT Mandala Multifinance Tbk. (Mandala Finance) terus mencatatkan kinerja positif di tengah tantangan industri pembiayaan. Hingga April 2025, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Mandala Finance, Roberto AK Un, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan pasar. “Hingga akhir April 2025, kinerja Mandala menunjukkan pertumbuhan positif, dengan total penyaluran pembiayaan tumbuh sebesar 6% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” kata Roberto yang dilansir dari Bisnis pada Rabu (14/5/2025).
Roberto menambahkan bahwa Mandala Finance tetap fokus pada pembiayaan konsumen, seperti pembiayaan motor baru dan bekas, mobil bekas, serta pembiayaan multiguna untuk sektor produktif UMKM.
Namun, ia juga mengakui bahwa kondisi ekonomi saat ini menghadirkan sejumlah tantangan. Ketidakpastian akibat kenaikan PPN dan suku bunga, kebijakan pajak opsen kendaraan bermotor, serta risiko kredit macet menjadi faktor yang harus diwaspadai. Selain itu, perubahan preferensi konsumen turut memengaruhi lanskap bisnis, di mana masyarakat kini lebih selektif terhadap suku bunga, tenor pembiayaan. Minat terhadap proses digital juga meningkat, seiring dengan bertambahnya kebutuhan akan pinjaman produktif untuk modal usaha.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Mandala Finance menerapkan berbagai strategi mitigasi risiko. Perusahaan menjaga tingkat pencadangan yang optimal, menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, serta memberikan edukasi keuangan kepada nasabah.
“Selain itu, kami juga melakukan pengawasan portofolio pembiayaan secara berkala dan berkelanjutan, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang efektif,” ujarnya.
Sejalan dengan proyeksi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), yang memperkirakan pertumbuhan industri pembiayaan berada di kisaran 7%–8% sepanjang 2025, Mandala tetap optimistis terhadap stabilitas industri. Perusahaan pun telah menyesuaikan target-target bisnis untuk kuartal II/2025. “Dan kami pun telah menyesuaikan hal ini dengan target-target perusahaan pada kuartal II/2025,” tandasnya.
Saat ini, Mandala Finance sedang dalam proses merger dengan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF). Dalam aksi korporasi ini, Adira Finance akan menjadi entitas penerima penggabungan, sehingga total aset gabungan keduanya mencapai Rp38,4 triliun sebelum proses merger berlangsung.
Langkah merger ini merupakan kelanjutan dari akuisisi yang rampung pada Maret 2024, di mana MUFG Bank dan Adira Finance menggelontorkan Rp7 triliun untuk mengakuisisi 80,6% saham Mandala Finance. Saat ini, MUFG Bank menguasai 89,26% saham, sementara Adira Finance memegang 10%.
Proses merger ini masih menunggu persetujuan resmi dari OJK dan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Jika berjalan sesuai jadwal, penggabungan ini ditargetkan rampung pada 1 Oktober 2025.
Selama proses berlangsung, manajemen kedua perusahaan memastikan operasional kedua perusahaan akan tetap berjalan normal tanpa perubahan layanan bagi pelanggan maupun mitra bisnis. Kedua belah pihak juga telah menyiapkan strategi komunikasi untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan mendapatkan informasi yang jelas dan tepat waktu.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































