CNAF Catat Pertumbuhan Pembiayaan Signifikan di Tengah Pelemahan Industri Multifinance

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) berhasil membukukan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran pembiayaan selama tiga tahun terakhir, meskipun industri multifinance nasional tengah menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat.

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengungkapkan bahwa piutang pembiayaan perusahaan mengalami peningkatan konsisten dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, piutang tercatat sebesar Rp5,34 triliun, kemudian naik menjadi Rp6,33 triliun pada 2023, dan melonjak hingga Rp8,41 triliun pada 2024. Pertumbuhan tersebut terus berlanjut hingga kuartal I 2025, di mana piutang CNAF tercatat mencapai Rp11,58 triliun — atau tumbuh 38% secara tahunan (year-on-year).

- Advertisement -

Tak hanya dari sisi piutang, penyaluran pembiayaan baru CNAF juga menunjukkan tren positif. Setelah sempat turun menjadi Rp1,80 triliun pada kuartal I 2023, angka tersebut meningkat menjadi Rp2,44 triliun di periode yang sama tahun 2024, dan kembali naik menjadi Rp2,97 triliun pada kuartal I 2025.

Di sisi lain, CNAF juga berhasil menjaga kualitas pembiayaan dengan mencatatkan rasio non-performing financing (NPF) di angka 1,28% per kuartal I 2025, yang relatif lebih rendah dibanding rata-rata industri.

- Advertisement -

Sebagai perbandingan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pertumbuhan industri pembiayaan mengalami perlambatan. Sepanjang 2022, pembiayaan tumbuh sebesar 13,48% YoY, namun melambat menjadi 13,23% pada 2023. Penurunan berlanjut di 2024 dengan pertumbuhan hanya 6,92%, dan hingga Februari 2025 hanya tercatat 5,94%.

Kualitas aset industri pun ikut tergerus. Rasio NPF gross tercatat meningkat dari 2,32% pada 2022 menjadi 2,44% di 2023, lalu naik lagi menjadi 2,70% per Desember 2024, dan mencapai 2,87% pada Februari 2025.

Menurut Ristiawan, tantangan seperti ketidakpastian makroekonomi, perang dagang global, serta menurunnya daya beli masyarakat telah mempengaruhi kemampuan bayar konsumen, yang turut berdampak pada perusahaan pembiayaan.

“CNAF menyikapi kondisi ini untuk lebih berhati-hati dalam menjalakan bisnis dan menjadikan kondisi ini sebagai kesempatan untuk berinovasi dan fleksibel dalam menghadapi gejolak market yang tidak pasti,” ujar Ristiawan kepada Kontan, Senin (5/5).

- Advertisement -

Untuk menjaga kinerja di tengah tantangan pasar, CNAF mengandalkan sinergi dengan induk usaha, PT Bank CIMB Niaga Tbk, terutama dalam pengembangan produk, efisiensi proses, dan penguatan segmentasi pasar.

 

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img