Permata Bank Catat Pertumbuhan Kredit 6% di Kuartal I 2025

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) memulai tahun 2025 dengan pencapaian yang solid. Dalam laporan kinerja kuartal pertama yang dirilis baru-baru ini, Permata Bank berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 6 persen secara tahunan (year on year/yoy), mencapai angka Rp156,6 triliun.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan dari segmen kredit korporasi, yang naik 7 persen yoy menjadi Rp92,2 triliun. Sementara itu, segmen komersial dan konsumen masing-masing tumbuh sebesar 5,3 persen dan 4,3 persen yoy.

- Advertisement -

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyampaikan bahwa kinerja positif ini merupakan cerminan dari arah strategis jangka panjang bank yang sudah berada di jalur yang tepat.

“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada menciptakan nilai bermakna yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Meliza.

- Advertisement -

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah turut mengalami pertumbuhan sebesar 4,8 persen yoy, mencapai Rp187,4 triliun, didorong oleh kenaikan simpanan current account saving account (CASA) sebesar 6,5 persen. Rasio CASA Permata Bank pun meningkat menjadi 58,6 persen dari 57,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Total aset bank juga naik sebesar 4,5 persen yoy, menjadi Rp264,3 triliun, menunjukkan kekuatan fundamental keuangan yang terus tumbuh meskipun dalam tekanan ekonomi global.

Kinerja operasional Permata Bank turut memperlihatkan efisiensi yang membaik. Pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) tumbuh 9,2 persen yoy, sementara rasio cost to income (CIR) berhasil ditekan menjadi 48,6 persen dibandingkan 50,2 persen pada Maret 2024.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Permata Bank menyampaikan bahwa pihaknya disiplin untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dan secara konsisten mempertahankan struktur neraca yang optimal dengan tetap menjaga tingkat likuiditas yang memadai.

- Advertisement -

Menurut Permata Bank, penerapan strategi optimalisasi neraca mengantarkan pertumbuhan bisnis yang lebih optimal dengan mencatatkan loan to deposit ratio (LDR) di level 83,2 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada akhir kuartal pertama tahun 2024 yang berada di level 82,0 persen.

Permata Bank menunjukkan komitmennya terhadap prinsip kehati-hatian dengan mempertahankan rasio non-performing loan (NPL) di angka 2,0 persen dan loan at risk (LAR) sebesar 7,6 persen—menurun dari 2,7 persen dan 8,2 persen di kuartal pertama 2024. Untuk mengantisipasi risiko kredit, bank menetapkan NPL coverage di 387 persen dan LAR coverage di 101 persen.

Lebih lanjut, dalam melakukan penyelesaian kredit bermasalah, Permata Bank menyampaikan bahwa pihaknya secara konsisten melakukan upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.

Di sisi permodalan, Permata Bank memperkuat posisinya dengan mencatat capital adequacy ratio (CAR) sebesar 33,6 persen dan common equity tier 1 (CET-1) sebesar 25,6 persen. Ini menjadikan Permata Bank sebagai salah satu bank dengan permodalan terkuat di Indonesia.

Permodalan yang kuat ini menjadi enabler untuk mendukung strategi dan pertumbuhan Permata Bank pada masa depan, baik secara organik maupun anorganik.

Dari sisi bisnis syariah, unit usaha syariah (UUS) Permata Bank juga membukukan kinerja yang positif dengan pencapaian PPOP sebesar Rp195,3 miliar atau tumbuh sebesar 11,2 persen yoy.

Pencapaian ini didukung dengan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh 6,7 persen yoy dan pengendalian biaya yang disiplin.

Pada sisi pendanaan, simpanan nasabah di UUS Permata Bank meningkat 14,5 persen yoy menjadi Rp31,2 triliun.

“UUS Permata Bank terus fokus pada peningkatan simpanan nasabah, khususnya pendanaan murah yang stabil dengan terus mengembangkan jaringan ekosistem syariah di industri perbankan Indonesia,” catat perseroan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img