Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah besar dengan mendorong dua hingga tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa PT Bank DKI dan Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) menjadi dua calon kuat untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
“Dalam kurun waktu kepemimpinan kami akan ada 2 – 3 BUMD yang akan kita IPO-kan, termasuk Bank Jakarta atau Bank DKI, karena nanti kalau DKI berubah Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota, kita kita akan branding baru terhadap bank DKI, kemudian salah satu yang kami inginkan go public itu PAM Jaya,” kata Pramono Anung, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Rabu (30/4/2025).
Gubernur Pramono menjelaskan bahwa PAM Jaya kini telah melayani sekitar 2,5 juta rumah tangga atau mencakup 70% kebutuhan air bersih masyarakat Jakarta. Ia menambahkan bahwa jika perusahaan air bersih tersebut mampu meningkatkan pelayanannya hingga menjangkau 3 juta rumah tangga dan memenuhi 100% kebutuhan air bersih, maka potensi bisnisnya akan semakin menjanjikan.
“Menurut jika di IPO-kan bisa menjadi sesuatu yang luar biasa dan gede banget,” kata Pramono.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengajuan resmi dari Bank DKI terkait rencana IPO. Namun, pihaknya mendukung penuh niat Pemprov DKI tersebut.
“Belum ada perkembangan, tapi memang pak Gubernur menyampaikan recnana dan keinginan beliau untuk dapat merealisasikan itu, dan kami mendukung hal itu bisa dilaksanakan,” kata Mahendra, mengutip detikcom, Senin (28/4/2025).
Rencana IPO ini menjadi bagian dari transformasi besar DKI Jakarta menyambut perubahan statusnya pasca pemindahan ibu kota negara. Langkah ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan transparansi dan kinerja bisnis BUMD agar semakin kompetitif di kancah nasional.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































