Inalum Terima Pengiriman Perdana 21.000 Ton Alumina dari BAI, Dukung Hilirisasi Nasional

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) secara resmi menerima pengiriman perdana alumina sebanyak 21.000 ton dari PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Selasa (30/4). Pengiriman ini menjadi tonggak penting dalam mendukung program hilirisasi nasional dan memperkuat rantai pasok industri aluminium di Indonesia.

Direktur Utama PT Inalum, Ilhamsyah Mahendra, menyebutkan bahwa pengiriman ini merupakan hasil nyata sinergi antar perusahaan BUMN dalam ekosistem Mining Industry Indonesia (Mind ID). Proses hilirisasi tersebut melibatkan PT Antam sebagai penyedia bauksit, PT BAI sebagai pengolah alumina, dan PT Inalum sebagai produsen aluminium, dengan dukungan logistik dari Sinergi Mitra Lestari.

“Bauksit dari PT Antam, diproses oleh PT. BAI menjadi alumina, kemudian diolah oleh PT Inalum menjadi aluminium. Distribusinya didukung Sinergi Mitra Lestari. Ini contoh kolaborasi ideal,” katanya.

Pengiriman alumina dari PT BAI akan dilakukan secara berkala, hingga kapasitas produksi penuh dapat tercapai. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor alumina dan memperkuat pasokan domestik.

Ilhamsyah menambahkan, proyek strategis ini juga memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, dengan potensi kontribusi hingga 1 persen per tahun serta menyerap hingga 1.500 tenaga kerja di Kalimantan Barat.

Selain sebagai bentuk hilirisasi industri, proyek ini juga mendukung tiga poin utama dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu penciptaan lapangan kerja, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan industrialisasi nasional.

Hingga saat ini, PT Inalum telah mampu memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan aluminium dalam negeri dan mengekspor sisanya sebanyak 30 persen. Pengiriman alumina berikutnya pun diharapkan dapat berjalan lebih optimal untuk mendukung proyek-proyek strategis lainnya.

“Kami harap pengiriman kedua akan lebih optimal. Ini adalah awal dari pelaksanaan proyek strategis lain yang sudah direncanakan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT Inalum, Melati Sarnita, menegaskan bahwa untuk pertama kalinya Indonesia memiliki sumber alumina dalam negeri, yang menjadikan rantai pasok aluminium nasional hampir sepenuhnya terintegrasi.

“Kita sekarang hampir memiliki seluruh rantai pasok untuk produksi aluminium secara nasional,” katanya.

Langkah besar itu membuktikan bahwa hilirisasi bukan sekadar wacana, melainkan strategi konkret untuk memperkuat ketahanan industri nasional.

Dengan ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir, Indonesia kini semakin dekat menuju swasembada aluminium.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img