Adhi Karya Minta Dukungan DPR untuk PMN Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengajukan permohonan dukungan kepada Komisi VI DPR RI terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) guna tambahan setoran modal bagi proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.

Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson, menyampaikan bahwa perubahan kepemilikan dalam proyek tersebut menjadi salah satu alasan utama permohonan PMN ini.

- Advertisement -

“Dukungan-dukungan yang kami mohonkan dari Komisi VI DPR RI yaitu pertama, karena kami sempat menyampaikan permohonan PMN untuk tambahan setoran modal bagi Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen, karena memang ada perubahan kepemilikan,” ujar Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (5/3).

Adhi Karya menegaskan bahwa suntikan dana dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas ekuitas perseroan. Dengan dukungan PMN, perusahaan berencana memenuhi setoran ekuitas pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) kedua proyek tol tersebut.

- Advertisement -

Selain itu, suntikan modal ini diharapkan dapat meningkatkan proporsi pendapatan berulang (recurring income), sehingga menciptakan stabilitas finansial dan mengurangi ketergantungan terhadap proyek-proyek kontrak pemerintah.

Selain dana untuk proyek tol, Adhi Karya juga meminta dukungan terkait pencairan termin proyek LRT Jabodebek. Perusahaan memiliki tagihan senilai Rp2,1 triliun yang masih tertahan, sehingga berdampak pada optimalisasi modal kerja ke depan.

Jumlah tagihan proyek tersebut bernilai signifikan terhadap kelangsungan tingkat optimalisasi modal kerja Adhi Karya ke depan.

“Kami masih punya tagihan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk penyelesaian pembayaran pekerjaan LRT Jabodebek yang sudah beroperasi. Kami sudah bertemu juga dengan Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Keuangan sedang mencarikan polanya untuk ini,” kata Entus.

- Advertisement -

Selain itu, Adhi Karya juga mengajukan permohonan dukungan pemerintah terkait penjaminan obligasi yang diterbitkan perusahaan. Dengan tantangan yang dihadapi dalam proses refinancing dan reprofiling utang yang jatuh tempo, penjaminan dari pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen utang yang diterbitkan oleh Adhi Karya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img