PRUCritical Amanah: Asuransi Syariah dari Prudential Syariah untuk Perlindungan Penyakit Kritis Sejak Dini

PT Prudential Sharia Life Assurance, dikenal sebagai Prudential Syariah, resmi meluncurkan produk asuransi terbarunya, PRUCritical Amanah. Produk ini merupakan asuransi jiwa tradisional berbasis syariah yang dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap risiko penyakit kritis.

Chief Distribution Officer Prudential Syariah, Herwin Bustaman, menjelaskan bahwa PRUCritical Amanah menawarkan perlindungan mulai dari tahap awal hingga akhir, sekaligus memberikan dukungan finansial bagi penerima manfaat jika terjadi risiko meninggal dunia.

- Advertisement -

“Produk ini juga memberikan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular dan jenis penyakit kritis lainnya,” ujar Herwin dalam keterangan resminya.

Selain itu, PRUCritical Amanah dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas hidup nasabah dengan deteksi dini dan perlindungan komprehensif. Produk ini juga bertujuan meringankan beban finansial nasabah, terutama di tengah tren inflasi medis yang terus meningkat setiap tahunnya.

- Advertisement -
Baca Juga: Prudential Syariah dan LAZ Al-Azhar Tingkatkan Literasi Asuransi Syariah di Indonesia

Dengan perlindungan tersebut, nasabah dapat merasa lebih tenang dalam menghadapi risiko penyakit kritis. Mereka bisa fokus pada proses penyembuhan tanpa khawatir akan beban biaya yang berat, sehingga lebih siap secara finansial.

Tiga Manfaat Utama PRUCritical Amanah

Head of Product Management Prudential Syariah, Ika Meynita, mengungkapkan tiga manfaat utama dari PRUCritical Amanah:

  1. Perlindungan Komprehensif: Memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis sejak tahap awal.
  2. Bebas Pembayaran Kontribusi: Pembayaran kontribusi dibebaskan sejak terdiagnosis pada tahap awal.
  3. Santunan Asuransi Hingga 100%: Peserta berhak mendapatkan hingga 100% manfaat akhir kepesertaan.

Pada tahap awal, perlindungan terhadap penyakit kritis mencakup santunan asuransi sebesar 25% dari total manfaat, dengan nilai maksimal hingga Rp1 miliar. Setelah klaim diajukan, peserta akan dibebaskan dari sisa pembayaran kontribusi.

- Advertisement -

Tingkat Risiko Penyakit Kritis di Indonesia Terus Meningkat

Penyakit kritis semakin sering menyerang kelompok usia produktif dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Di Indonesia, kasus penyakit kritis meningkat signifikan, dari 23 juta kasus pada 2022 menjadi 29 juta kasus pada 2023, mengalami kenaikan hingga 28%.

Penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dengan total kasus mencapai 19,42% pada 2023. Kasus tersebut diikuti oleh stroke dengan 14,38% dan kanker sebesar 13,60%.

Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan tingkat risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi, menempati posisi keempat sebagai provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img