PT AIA Financial (AIA Indonesia) secara resmi menunjuk Harsya Prasetyo sebagai Presiden Direktur yang baru. Bergabung dari BRI, Harsya membawa pengalaman luas di sektor layanan keuangan ritel serta rekam jejak kepemimpinan yang mencakup peran strategis di McKinsey dan Citibank.
Regional Chief Executive sekaligus Group Chief Strategy Officer AIA Group, Leo Grepin, menyampaikan bahwa kepemimpinan serta pengalaman Harsya di industri jasa keuangan akan memberikan kontribusi besar bagi AIA Indonesia. Terlebih, perusahaan terus berupaya mendorong pertumbuhan dan membantu jutaan keluarga di Indonesia untuk menjalani hidup yang lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik.
“Keahliannya dalam perbankan ritel dan digital akan memungkinkan AIA Indonesia untuk semakin meningkatkan layanan bagi nasabah, memperkuat jalur distribusi, serta mengokohkan posisi kami sebagai pemimpin pasar,” ujar Grepin dalam keterangan tertulis pada Jumat, 7 Februari 2025.
Baca Juga: BCA dan AIA meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional JIMI
Harsya ditunjuk menggantikan Sainthan Satyamoorthy yang memilih meninggalkan AIA untuk mengejar peluang lain. Saat ini, AIA Indonesia telah membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan di masa depan, termasuk meraih peringkat pertama dalam total uang pertanggungan serta menjaga kualitas di seluruh jalur distribusinya.
Sebagai Presiden Direktur yang baru, Harsya mengungkapkan rasa bangganya bisa bergabung dengan AIA Indonesia. Ia berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan perusahaan dengan terus berinovasi serta memberikan nilai tambah bagi nasabah dan industri asuransi di Indonesia.
“Saya siap memperkuat AIA Indonesia yang telah memiliki fondasi bisnis yang solid. Bersama tim, kami akan terus berinovasi dan menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat posisi AIA sebagai mitra hidup bagi para nasabah,” ujar Harsya.
AIA Indonesia menyediakan berbagai produk asuransi, termasuk asuransi syariah, yang mencakup asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi, program kesejahteraan karyawan, serta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Produk-produk ini dipasarkan oleh lebih dari 6.000 tenaga pemasar profesional.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































