Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa harga gabah petani tidak boleh dibeli di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, yakni Rp6.500 per kilogram. Jika ada pihak yang membeli di bawah harga tersebut, Bulog akan turun tangan untuk membeli langsung dari petani.
“Jika harga gabah di bawah HPP maka Bulog bakal membeli langsung gabah ke petani sebesar Rp6.500 per kg,” ujarnya saat berdialog dengan petani di Desa Danda Jaya Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2).
Zulkifli menegaskan bahwa kebijakan ini harus dikawal ketat agar tidak merugikan petani. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari gubernur, Bulog, kepala desa, bupati, hingga aparat TNI-Polri, untuk mengawasi implementasi kebijakan tersebut.
“Jadi Gubernur, Bulog, Kepala Desa, Bupati, TNI dan Polri kita perintahkan untuk mengawal jangan sampai mengecewakan petani. Petani juga kalau gabahnya di beli di bawah Rp6.500 segera laporkan ke polisi agar di periksa,” ujarnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan kesejahteraan petani serta mencegah harga gabah anjlok saat panen raya. “Karena pemerintah sudah memutuskan gabah harus dibeli Rp6.500 ini pekerjaan besar karena panen raya,” tegasnya.
Dengan begitu, lanjut dia, petani bisa mendapatkan keuntungan di musim panen tahun ini.
“Oleh karena itu pak bupati, kepala desa dan pendamping desa kita kawal bareng-bareng harus dibeli Rp6.500,” ujarnya.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyambut baik kunjungan Menko Pangan dan mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerahnya.
“Alhamdulillah Pak Menko hadir, dan Desa Danda Jaya, Kabupaten Batola bisa panen raya pada Maret mendatang yang mana sesuai dengan waktu kita tanam kemarin,” ucapnya.
Menurut dia, dengan adanya kontrak serapan gabah dengan HPP sebesar Rp6.500 per kg dapat menjadi semangat petani untuk semaksimal mungkin menjaga ketahanan pangan terlebih Barito Kuala menjadi andalan Kalsel sebagai wilayah surplus beras.
“Mudah-mudahan petani terus semangat dan Kalsel tetap surplus dengan adanya program di Barito Kuala, yaitu optimalisasi lahan dengan peningkatan tanam satu kali menjadi 2 kali,” ujarnya.
Kunjungan Menko Pangan tersebut juga dihadiri Anggota DPR Khairul Saleh, Endang Agustina dan Sudian Noor dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, Pj Bupati Barito Kuala, Dinansyah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batola, Harmuni dan perwakilan TNI/Polri.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































