Bank NTB Syariah bekerja sama dengan Yayasan Generasi Metro Bersinar (Gema) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar sosialisasi di Pondok Pesantren Islahul Anam, Desa Aiq Darek, Kecamatan Batukliang, pada Senin, 17 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Acara ini mendapat sambutan antusias dari para santri dan masyarakat sekitar. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat serta ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Manager Bisnis Bank NTB Syariah, Alvin Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada sektor perbankan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Baca Juga: Bank NTB Syariah Gelar Sunmor untuk Dukung UMKM Lokal di Mataram
“Minimnya literasi tentang bahaya narkoba di kalangan anak muda membuat kami terpanggil untuk ikut berkontribusi dalam edukasi ini. Kami ingin mereka sadar dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Alvin.
Selain itu, Alvin juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan uang mereka dengan lebih bijak, salah satunya dengan menabung.
“Kami memiliki layanan tabungan khusus untuk milenial. Daripada uang digunakan untuk hal-hal negatif seperti narkoba atau judi online, lebih baik disimpan dan dimanfaatkan untuk masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Penyuluh BNNP NTB, Anggraini Ninik Murnihati, menyoroti bahwa Lombok Tengah merupakan salah satu wilayah rawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
“Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar semakin meningkat. Sosialisasi seperti ini adalah langkah preventif agar generasi muda tidak terjerumus,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika ada yang telah terpapar narkoba, pihaknya siap memberikan rehabilitasi agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Ketua Yayasan Generasi Metro Bersinar (Gema), Eggi Rahmat Landa, menyampaikan apresiasi kepada pondok pesantren yang telah mendukung terselenggaranya edukasi ini.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan dari Ponpes Islahul Anam. Sosialisasi ini penting agar para santri memiliki benteng yang kuat dalam menghadapi ancaman narkoba,” ujar Eggi.
Ia juga menjelaskan bahwa Yayasan Gema merupakan lembaga rehabilitasi berstandar nasional dengan legalitas resmi.
“Kami memiliki fasilitas rehabilitasi yang representatif dan siap membantu mereka yang ingin lepas dari jeratan narkoba,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

































