Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Singapura harus berinvestasi dalam sektor hilirisasi di Indonesia jika ingin membeli listrik hijau dari Tanah Air. Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/2).
“Dia (Singapura) harus melakukan investasi bareng, kan kita lagi dorong hilirisasi. Ya, dia juga melakukan investasi bareng, dong,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.
Menurut Bahlil, ekspor listrik hijau ke Singapura harus didasarkan pada prinsip keadilan bagi kedua belah pihak. Indonesia tidak hanya memberikan sumber daya energi terbarukan, tetapi juga harus mendapatkan manfaat ekonomi dari kerja sama tersebut.
“Ini kan di kawasan ASEAN, kami ingin untuk berbagi. Kami ingin berbagi dengan Singapura, tetapi Singapura bagi kita apa?” kata dia lagi.
Bahlil juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar kebijakan ekspor listrik mempertimbangkan kepentingan nasional. Oleh karena itu, saat ini tim dari Indonesia dan Singapura masih melakukan negosiasi untuk mencari format terbaik dalam kerja sama tersebut.
“Tim kami dengan tim dari pihak Singapura itu lagi berunding, lagi mencari formatnya yang baik,” kata Bahlil.
Sebelumnya, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, telah menyatakan bahwa Indonesia siap mengekspor listrik hijau berbasis energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura dengan kapasitas 2-3 gigawatt. Bahkan, perjanjian kerja sama telah ditandatangani oleh kedua negara.
Meskipun demikian, Bahlil tetap menahan ekspor listrik ke Singapura karena mempertimbangkan kepentingan nasional. Ia ingin memastikan bahwa Indonesia mendapatkan manfaat optimal dari perdagangan energi ini, termasuk dalam bentuk investasi di sektor hilirisasi.
Akan tetapi, Bahlil masih menahan ekspor listrik dari RI ke Singapura dengan alasan kepentingan nasional. Terkait hal tersebut, Luhut menyampaikan kerja sama ekspor listrik ke Singapura sudah sangat memperhatikan kepentingan nasional Indonesia.
“Kita juga sangat memperhatikan kepentingan nasional kita,” kata Luhut.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































