PT Astra Sedaya Finance Tbk (ASDF) menutup tahun 2024 dengan pencapaian keuangan yang solid. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (25/2), perusahaan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp6,75 triliun, meningkat 1,83% dibandingkan Rp6,63 triliun pada tahun sebelumnya.
Beban usaha tetap berada di angka Rp4,28 triliun, sementara laba sebelum pajak mengalami kenaikan dari Rp2,39 triliun menjadi Rp2,50 triliun. Laba bersih perusahaan juga tumbuh 4,44% menjadi Rp1,94 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,86 triliun. Dengan pencapaian ini, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp2.051 dari sebelumnya Rp1.963.
Sebagai perusahaan pembiayaan, Astra Sedaya Finance memperoleh pendapatan utama dari pembiayaan konsumen yang mencapai Rp5,88 triliun. Sumber pendapatan lainnya berasal dari sewa pembiayaan sebesar Rp562 miliar serta pendapatan murabahah senilai Rp291 miliar.
Baca Juga: Astra Sedaya Finance Siap Terbitkan Obligasi Senilai Rp2,5 Triliun dengan Peringkat ‘AAA(idn)’ dari Fitch Ratings Indonesia
Dari sisi kontribusi wilayah, DKI Jakarta dan sekitarnya tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan total Rp2,28 triliun, disusul oleh wilayah Jawa sebesar Rp1,57 triliun, Sumatera Rp1,43 triliun, Sulawesi Rp689 miliar, Kalimantan Rp555 miliar, serta Bali dan Nusa Tenggara Rp211 miliar.
Aset Astra Sedaya Finance juga mengalami peningkatan. Hingga 31 Desember 2024, total aset naik dari Rp39,85 triliun menjadi Rp41,12 triliun. Liabilitas juga meningkat sedikit dari Rp30,47 triliun menjadi Rp30,79 triliun.
Selain itu, ekuitas perusahaan mencatat pertumbuhan signifikan dari Rp9,37 triliun menjadi Rp10,33 triliun. Dengan kinerja yang terus meningkat, Astra Sedaya Finance semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri pembiayaan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

































