Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi tahunan sebesar 1,57% pada 2024, menjadikannya angka inflasi tahunan terendah sepanjang sejarah. Data ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, dalam konferensi pers terbaru.
Pudji mengungkapkan tingkat inflasi tahun ke tahun pada Desember 2024 sebesar 1,57% atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen 105,15 pada Desember 2023, menjadi 106,80 pada Desember 2024.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi tahunan dengan angka inflasi 1,90%, memberikan kontribusi sebesar 0,55% terhadap inflasi keseluruhan.
Baca juga: Strategi Jitu Jaga Inflasi Pangan Tetap Rendah di Akhir Tahun
“Berdasarkan kelompok pengeluarannnya, inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan minuman dan tembakau, dengan inflasi sebesar 1,90% dan memberikan andil sebesar 0,55% terhadap inflasi umumnya,” papar Pudji.
Komoditas yang paling banyak memberikan andil inflasi adalah:
Cigaret kretek mesin: andil sebesar 0,13%
Minyak goreng: andil sebesar 0,11%
Komoditas lain seperti beras, kopi bubuk, bawang merah, ikan segar, daging ayam ras, dan bawang putih juga turut memengaruhi angka inflasi.
Sementara itu, di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau, komoditas seperti emas perhiasan memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,35%, sedangkan nasi dan lauk menyumbang 0,06%.
“Sementara itu untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi dengan andil deflasi 0,04%. Deflasi tersebut didorong oleh komoditas tarof angkutan udara di Desember 2024,” paparnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































