PT Sompo Insurance Indonesia berhasil mencatatkan laba bersih fantastis sebesar Rp100,9 miliar hingga November 2024, meningkat 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Presiden Direktur Sompo Insurance, Eric Nemitz, mengungkapkan bahwa kontribusi terbesar terhadap pendapatan premi berasal dari lini asuransi properti, kendaraan bermotor, dan kesehatan.
Eric merinci, lini asuransi properti menyumbang 43% dari total pendapatan premi, diikuti oleh asuransi kendaraan bermotor sebesar 24%, dan asuransi kesehatan 14%.
“Memasuki 50 tahun perjalanan, kami senantiasa mengutamakan kepentingan para nasabah serta mitra bisnis dalam memenuhi perlindungan asuransi umum, seperti kendaraan bermotor, properti dan perlindungan aset lainnya, asuransi perjalanan, dan asuransi kesehatan,” kata Eric Nemitz dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/12).
Baca juga: Sompo Insurance Catat Pendapatan Excellent di 2022, Raup Rp2,8 Triliun
Ia menyampaikan bahwa menurut laporan keuangan yang belum diaudit, perseroan mampu mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp100,9 miliar hingga akhir November 2024, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Sompo Insurance juga menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan Risk-Based Capital (RBC) sebesar 227,27 persen, jauh di atas batas minimal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.
Eric mengatakan bahwa pihaknya kini tengah menyiapkan proses pemisahan unit usaha syariah sesuai ketentuan OJK yang mewajibkan perusahaan asuransi untuk melakukan spin off unit usaha syariah paling lambat pada Desember 2026.
Sompo Insurance turut mencatatkan kinerja cemerlang pada lini bisnis syariah. Hingga November 2024, surplus dana tabarru mencapai Rp47,3 miliar, tumbuh 41 persen secara tahunan. RBC unit syariah pun berada pada level 538,7 persen, menunjukkan stabilitas keuangan yang kuat.
“Fokus kami adalah bagaimana menghadirkan kualitas layanan yang lebih baik kepada nasabah dan mitra, karena bagi kami itu adalah yang terpenting. Dengan menghadirkan layanan yang berkualitas, kami percaya bahwa semakin banyak lagi yang akan mempercayakan perlindungan aset mereka terhadap Sompo,” katanya lagi.
Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada 28 November 2024 mencatat bahwa industri asuransi nasional tumbuh cukup positif pada tahun ini.
Per Oktober 2024, total aset industri asuransi komersial dan nonkomersial mencapai Rp1.133,58 triliun, atau naik 2,98 persen yoy dari pencapaian pada Oktober 2023 yang sebesar Rp1.100,73 triliun.
Sementara itu, total aset industri dana pensiun tumbuh sebesar 10,35 persen yoy menjadi Rp1.500,18 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,82 persen yoy dengan nilai mencapai Rp379,50 triliun.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































