Harga Pangan Naik, Bawang Putih Tembus Rp47.520 per Kg

Harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia tercatat mengalami kenaikan pada awal pekan ini, Senin (9/12/2024). Salah satu yang mencuri perhatian adalah harga bawang putih yang tembus hingga Rp47.520 per kilogram (kg), setelah naik sebesar Rp5.410.

Menurut data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dirilis pukul 06.30 WIB, harga pangan lainnya juga menunjukkan tren kenaikan di tingkat pedagang eceran. Beras premium, misalnya, naik sebesar 5,20 persen atau sekitar Rp800, sehingga harganya kini mencapai Rp16.190 per kg. Sementara beras medium juga mencatatkan kenaikan 3,13 persen atau Rp420 menjadi Rp13.860 per kg. Tak ketinggalan, harga beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga naik 1,04 persen atau Rp130, menjadi Rp12.630 per kg.

Bahan pangan lain yang turut mengalami lonjakan harga adalah bawang merah yang naik 7,16 persen, atau sekitar Rp2.830, sehingga harga per kg-nya mencapai Rp42.360. Bahkan, bawang putih bonggol tercatat mengalami lonjakan signifikan sebesar 12,85 persen, yang membawa harganya menyentuh angka Rp47.520 per kg.

Komoditas cabai juga mengalami kenaikan yang cukup tajam. Cabai merah keriting, misalnya, melonjak 14,55 persen atau Rp4.430 menjadi Rp34.880 per kg. Begitu pula cabai rawit merah yang naik 14,61 persen atau Rp5.650 menjadi Rp44.310 per kg.

Di sisi lain, harga beberapa komoditas lainnya justru mengalami penurunan. Harga daging sapi murni turun 3,61 persen atau Rp4.870, menjadi Rp130.130 per kg. Sementara itu, harga daging ayam ras mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,80 persen, atau Rp3.940, menjadi Rp40.410 per kg, dan harga telur ayam ras juga naik 8,56 persen, atau Rp2.440, menjadi Rp30.960 per kg.

Sementara itu, kedelai biji kering (impor) tercatat naik 1,24 persen atau Rp130, menjadi Rp10.590 per kg. Harga gula konsumsi pun naik 6,17 persen atau Rp1.110, menjadi Rp19.090 per kg. Begitu pula harga minyak goreng kemasan sederhana yang meningkat 11,09 persen atau Rp2.070, menjadi Rp20.640 per kg. Namun, minyak goreng curah justru mengalami penurunan harga sebesar 7,50 persen atau Rp1.300, menjadi Rp16.030 per kg.

Kenaikan harga pangan ini juga turut dirasakan pada komoditas tepung terigu curah, yang naik 2,57 persen atau Rp260 menjadi Rp10.390 per kg. Sebaliknya, tepung terigu non-curah mengalami penurunan sebesar 1,83 persen, atau Rp240, menjadi Rp12.850 per kg.

Harga jagung di tingkat peternak juga tercatat naik cukup signifikan, yaitu 29,05 persen atau Rp1.740, menjadi Rp7.730 per kg. Begitu juga harga garam halus beryodium yang mengalami kenaikan sebesar 7,16 persen, atau Rp830, menjadi Rp12.430 per kg.

Kenaikan harga pangan ini juga terasa di pasar ikan. Ikan kembung tercatat naik 6,92 persen atau Rp2.680 menjadi Rp39.870 per kg, sedangkan ikan tongkol melonjak 17,11 persen atau Rp5.360, menjadi Rp36.690 per kg. Ikan bandeng pun ikut naik tajam sebesar 39,67 persen atau Rp13.150, sehingga harga per kg-nya menjadi Rp46.300.

Dengan lonjakan harga pangan ini, konsumen diharapkan lebih bijak dalam belanja dan memanfaatkan promo atau diskon di pasar atau supermarket terdekat. Kenaikan harga ini tentunya menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang bergantung pada bahan pangan tertentu dalam menu sehari-hari.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img