Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas memprediksi bahwa Indonesia memiliki potensi untuk keluar dari middle income trap pada tahun 2041, asalkan pertumbuhan ekonomi terus meningkat.
Dalam Seminar Nasional yang berlangsung Rabu (16/10), Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan bahwa untuk mencapai target tersebut, rata-rata pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia harus berada di kisaran 6%-7%.
“Saat ini, pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5%. Jika kita bisa tumbuh 1% lebih cepat, maka kita bisa keluar dari middle income trap di tahun 2041,” ungkap Amalia.
Amalia juga merespons target ambisius presiden terpilih Prabowo Subianto, yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%. Menurutnya, hal ini bisa mempercepat transisi Indonesia menuju status negara maju. Bappenas telah merancang dua skenario untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut.
Skenario Pertama: Pertumbuhan akan dicapai secara bertahap, dimulai dari 5,7%, meningkat menjadi 6,5%, lalu 7,5%, dan diakhiri dengan mencapai 8%. Dengan skenario ini, rata-rata pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia akan mencapai 6,9%.
Skenario Kedua: Mengadopsi masukan dari Prabowo, skenario ini mencakup percepatan pertumbuhan di tahun ketiga dan keempat. Dalam skenario ini, pertumbuhan diprediksi akan mencapai 8,3% di tahun ketiga dan 8,0% di tahun keempat, dengan rata-rata pertumbuhan lima tahun sekitar 7,7%.
Amalia menegaskan bahwa baik skenario pertama maupun kedua tidak menjadi masalah, selama fokus tetap pada pencarian sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat mengakselerasi perkembangan. “Kami juga merancang akselerasi pertumbuhan jangka pendek dan menengah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi ini berkelanjutan dan mendorong potensi yang ada,” tambahnya.
Dengan strategi dan langkah yang tepat, Indonesia diharapkan dapat mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius ini dalam waktu dekat.
































