InfoEkonomi.ID – Pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto berkomitmen untuk menggelontorkan dana sebesar Rp1,2 triliun setiap hari dalam rangka menjalankan program makan bergizi gratis. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, dengan target 82,9 juta penerima, termasuk anak sekolah, prasekolah, dan ibu hamil.
Dadan menjelaskan bahwa total anggaran untuk program ini diperkirakan mencapai Rp400 triliun. Jika program berjalan sesuai rencana, Badan Gizi akan mengeluarkan Rp1,2 triliun setiap hari. “Dari total tersebut, 75 persen atau sekitar Rp800 miliar akan dialokasikan untuk intervensi makanan bergizi,” tambahnya dikutip dari tempo.co, Selasa (8/10).
Sebagian besar anggaran, yaitu 85 persen dari dana intervensi makanan bergizi, akan digunakan untuk membeli produk pertanian sebagai bahan baku makanan. Bahan baku ini akan dimasak setiap hari dan didistribusikan kepada penerima manfaat, seperti anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dadan menekankan bahwa program ini akan menciptakan perputaran uang yang signifikan di masyarakat.
Untuk tahun depan, anggaran program makan bergizi gratis ditetapkan sebesar Rp71 triliun. Pada tahap awal, yang dimulai Januari 2025, program ini akan menyasar sekitar 3 juta anak, dengan target peningkatan jumlah penerima menjadi 6 juta pada bulan April, dan 15 juta pada bulan Juli. Dadan optimis bahwa dengan pelaksanaan yang baik, program ini akan berdampak positif bagi masyarakat.
































