Pertamina Luncurkan Proyek Injeksi CO2 Menuju Target Net Zero Emission 2060

InfoEkonomi.ID – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah penting dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai hub karbon dengan meluncurkan proyek injeksi CO2 di Lapangan Sukowati, Bojonegoro. Proyek ini dimulai pada 8 Oktober 2024 dan diperkirakan akan berlangsung hingga 2 November 2024, dengan volume karbon yang disuntikkan antara 80 hingga 100 ton per hari.

Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menangkap hingga 520 gigaton CO2, yang dapat menjadikannya sebagai regional carbon capture hub. “Kita semua harus merasa bangga menjadi bagian dari sejarah yang akan dicatat di Indonesia,” ujarnya saat Kick Off Field Trial Interwell CO2 Injection, Senin (14/10).

- Advertisement -

Proyek ini merupakan tahap kedua dari penggunaan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di mana CO2 diinjeksi ke dalam sumur minyak menggunakan metode enhanced oil recovery (EOR). Nicke menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya wacana, melainkan langkah konkret untuk mencapai target net zero emission (NZE) di 2060.

Sebelumnya, Pertamina telah melakukan injeksi CO2 di Lapangan Sukowati dengan metode huff and puff pada akhir 2023. Meskipun proyek ini belum secara ekonomis menguntungkan, Nicke menekankan bahwa sebagai BUMN, Pertamina memiliki mandat untuk menjalankan terobosan baru yang bermanfaat bagi Indonesia.

- Advertisement -

“Journey ini baru saja kita mulai. Masih ada banyak langkah yang harus diambil untuk mewujudkan kemandirian energi dan mencapai NZE di 2060,” tambahnya.

Nicke juga menyatakan bahwa meskipun karbon yang digunakan saat ini berasal dari luar, Pertamina berkomitmen untuk mendekarbonisasi dengan memanfaatkan CO2 dari sumber internal, seperti Blok Cepu dan proyek gas Jambangan Tiung Biru (JTB).

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Chalid Said Salim, menjelaskan bahwa proyek injeksi CO2 ini akan berlanjut hingga fase kelima pada tahun 2033. Namun, terdapat tantangan terkait dengan kontrak eksplorasi Blok Cepu yang akan berakhir pada 2035. PHE saat ini tengah mengejar perpanjangan kontrak untuk memastikan kelanjutan proyek.

“Diskusi dengan SKK Migas untuk perpanjangan kontrak Blok Cepu sudah dimulai. Kami berharap perpanjangan dapat disetujui untuk 20 tahun ke depan,” ungkap Chalid.

- Advertisement -

Dengan langkah-langkah ini, Pertamina menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masa depan energi yang lebih berkelanjutan dan mendukung Indonesia menuju target emisi yang lebih rendah.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img