InfoEkonomi.ID – Potensi industri halal, terutama di sektor makanan, sangat besar untuk dikembangkan, namun saat ini masih dikuasai oleh negara-negara non-Muslim. Hakam Naja, mantan Anggota DPR dan Associate INDEF, mengungkapkan bahwa Brasil, Amerika Serikat, dan China berada di lima besar produsen makanan halal global, seperti yang dilaporkan dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE).
“Menurut data Keadaan Ekonomi Islam Global 2023-2024, negara-negara yang mendominasi industri makanan halal di OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) adalah Brasil, India, Amerika Serikat, Rusia, dan China. Sementara itu, kita adalah konsumen terbesar,” jelas Hakam dikutip dari kontan.co.id, Jumat (4/10).
Hakam menekankan pentingnya sinergi antara negara-negara Muslim, khususnya Indonesia, untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah global. Dengan populasi Muslim dunia mencapai 2 miliar jiwa, mayoritas berada di Indonesia, potensi ini sangat menjanjikan.
Senada dengan itu, Mohammad Nabil Almunawar dari UBD School of Business and Economics Universiti Brunei Darussalam menyoroti bahwa meskipun Indonesia memiliki produk halal yang baik, banyak produsennya justru berasal dari non-Muslim. “Ini menjadi wake up call bagi kita,” ungkap Nabil.
Sektor ekonomi halal di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan mencakup keuangan, pariwisata, makanan, dan fashion. Dengan populasi Muslim sekitar 237 juta jiwa, Indonesia memiliki basis konsumen yang kuat.
Dalam sektor fashion halal, Hakam menilai bahwa industri ini dapat menjadi pemacu kebangkitan industri tekstil yang sedang terpuruk. Ia menyerukan perlunya sinergi antara industri dan pelaku fesyen untuk memanfaatkan peluang ini. “Industri fashion adalah bidang ekonomi kreatif yang dapat kita tumbuhkan,” paparnya.
Hakam juga mencatat bahwa konsumsi masyarakat Muslim global diperkirakan mencapai US$ 3 triliun. Ia menegaskan bahwa potensi ini harus dimanfaatkan oleh negara-negara Muslim, khususnya Indonesia. “Kita harus bersinergi dengan Brunei, Malaysia, dan negara-negara OKI untuk merebut peluang besar ini,” tandasnya.
































