KINO Tunjuk GRPM Sebagai Distributor di Cianjur

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) resmi menunjuk PT GrahaPrima Mentari Tbk (GRPM) sebagai distributor produk di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Direktur KINO, Nurindra Prawarianto, menyatakan bahwa distribusi produk akan mencakup kategori Food & Beverage (FnB) dan produk Mass Product, yang efektif dimulai pada 1 November 2024.

“Surat penunjukan ini berlaku sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam perjanjian kerja sama distributor,” ujar Nurindra dalam keterangan resmi pada Kamis (3/10).

- Advertisement -

Produk yang didistribusikan GRPM untuk kategori FnB meliputi Cap Kaki Tiga, Cap Kaki Tiga Anak, Cap Panda, Nastar, Pia 100, dan Snackit Marsmallow (MT). Untuk kategori mass product, produk yang akan dipasarkan mencakup Frenta (GT), Chew2 Ball (GT), Panther (GT), Kino Candy (GT), Segar Sari (GT), serta Snackit Marsmallow (GT).

Dalam perkembangan lainnya, KINO juga melakukan perubahan jajaran komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada 26 September 2024 di Jakarta. Rapat tersebut hanya membahas perubahan susunan dewan komisaris.

- Advertisement -

Hasilnya, pengunduran diri Wong Chee-Yan dari Dewan Komisaris diterima, dan Agus Sandianto diangkat sebagai Komisaris baru. “Susunan anggota dewan komisaris ini berlaku hingga penutupan rapat umum pemegang saham tahunan pada tahun 2027,” jelas manajemen KINO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/9/2024).

Dari segi kinerja, KINO mencatatkan penjualan sebesar Rp2,16 triliun hingga semester I/2024, meningkat 14,19% year on year (YoY) dari Rp1,89 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan ditopang oleh segmen minuman yang berkontribusi Rp1,19 triliun, diikuti segmen perawatan tubuh Rp753,44 miliar, makanan Rp189,88 miliar, farmasi Rp24,53 miliar, dan makanan hewan Rp5,51 miliar.

Beban pokok penjualan tercatat Rp1,23 triliun, meningkat 9,70% secara tahunan, sehingga KINO mencetak laba kotor sebesar Rp929,16 miliar, tumbuh 20,78% dibandingkan tahun lalu.

Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp30,93 miliar, turun 2,55% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img