Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa iPhone 16 yang beredar di pasar Indonesia adalah ilegal. Pernyataan ini mencakup semua perangkat yang dibeli dari luar negeri dan dijual di tanah air.
“Kalau ada iPhone 16 yang masuk ke Indonesia dan bisa beroperasi, boleh saya sampaikan ilegal. Karena kami belum mengeluarkan izin edarnya,” ujar Agus dalam acara ramah tamah dengan media di Jakarta, Selasa (22/10).
Agus menjelaskan bahwa hingga saat ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum dapat mengeluarkan izin edar untuk iPhone 16 karena Apple belum memenuhi persyaratan sertifikat 40 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Persentase ini harus dipenuhi melalui investasi dan penggunaan bahan-bahan lokal untuk produksi iPhone.
“Artinya apabila Apple ingin mendapatkan izin, mereka harus berkomitmen untuk melakukan investasi. Hal ini dikarenakan TKDN Apple merupakan skema investasi atau pengembangan inovasi, sehingga mereka perlu menambah jumlah investasinya di Indonesia untuk memperbarui sertifikat TKDN,” tegas Agus.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih memproses permohonan sertifikasi TKDN untuk iPhone 16 series. Proses ini dihubungkan dengan komitmen investasi yang harus dilakukan oleh Apple di Indonesia.
“Bahwa kami sedang memproses permohonan sertifikasi TKDN iPhone 16. Kami mengaitkannya dengan komitmen investasi dari Apple untuk membangun Apple Academy. Dulu kan pernah disampaikan oleh petinggi Apple di Indonesia bahwa mereka akan berinvestasi,” ujar Febri di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, pada Senin (7/10).
Kemenperin mengharapkan Apple dapat segera merealisasikan komitmen investasinya agar proses sertifikasi TKDN bisa berjalan dengan lancar. Jika semua persyaratan dipenuhi, iPhone 16 diharapkan dapat beredar secara resmi di Indonesia, memberikan akses kepada konsumen untuk membeli perangkat tersebut secara legal.
Dengan penegasan ini, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya investasi lokal dalam pengembangan teknologi dan produk di pasar domestik, yang akan mendukung pertumbuhan industri dan perekonomian negara.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































