InfoEkonomi.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terus mempercepat transformasi digital seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat pasca pandemi Covid-19. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengungkapkan bahwa pandemi telah mengubah perilaku masyarakat, seperti jarangnya kunjungan ke kantor cabang dan ATM, yang memaksa BNI untuk beradaptasi melalui digitalisasi di berbagai aspek.
Melansir cnbcindonesia.com, Rabu (2/10), Royke menjelaskan bahwa BNI telah memproses digitalisasi bisnis secara end-to-end, mulai dari layanan digital hingga proses pengambilan keputusan. Salah satu langkah signifikan adalah peluncuran superapp “wondr by BNI” pada Juli lalu, yang dirancang untuk mempermudah layanan perbankan bagi nasabah.
Selain itu, BNI akan segera meluncurkan layanan wholesale banking digital bernama “BNI Direct” untuk memperkuat layanan bisnis ke bisnis (B2B). Transformasi digital ini juga menyentuh perangkat kerja para pegawai BNI, yang kini beralih ke platform digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Tidak hanya itu, BNI juga melakukan ekspansi digital secara anorganik dengan mendirikan modal ventura serta mengakuisisi PT Bank Mayora, yang kini diubah menjadi PT Bank Hibank Indonesia (hibank). Hibank akan fokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sejalan dengan visi BNI untuk mengembangkan inklusi finansial melalui digitalisasi.
Royke menekankan bahwa seluruh proses internal bank juga sedang didigitalisasi demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, menjadi bagian dari transformasi yang menyeluruh di BNI.

































