InfoEkonomi.ID – Laporan terbaru dari Glints dan Monk’s Hill Ventures (MHV) mengungkapkan bahwa gaji pekerja startup di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024. Penurunan ini dipicu oleh tingginya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi dan upaya perusahaan untuk memotong biaya operasional.
Melansir liputan6.com, laporan tersebut menganalisis data lebih dari 10.000 pekerja startup dan mewawancarai 183 pimpinan serta pendiri startup di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Taiwan. Temuan utama menunjukkan bahwa posisi junior engineering adalah yang paling terdampak, dengan Indonesia mencatatkan penurunan gaji tertinggi di kawasan ASEAN, mencapai 7 persen.
Salah satu faktor utama di balik penurunan ini adalah PHK besar-besaran yang melanda sektor teknologi, di mana banyak perusahaan melakukan pemotongan biaya untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Posisi teknisi junior menjadi yang paling terdampak di seluruh wilayah, termasuk Indonesia,” ungkap laporan Glints, Minggu (6/10).
Di sisi lain, meskipun banyak posisi teknis mengalami penurunan, terdapat pertumbuhan gaji di bidang UI/UX. Gaji periset UI/UX naik hingga 7,8 persen, sementara perancang UI/UX mengalami kenaikan 3,4 persen. Ini menunjukkan bahwa peran UI/UX semakin dihargai dalam ekosistem startup.
Sektor business development (BD) dan sales juga mengalami peningkatan gaji hingga 20 persen di seluruh kawasan ASEAN, mencerminkan fokus startup untuk mencapai profitabilitas dalam dunia yang semakin terdigitalisasi.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyoroti bahwa banyak startup di Indonesia masih berada pada tahap awal, yang merupakan fase paling rentan. Untuk mendukung keberlangsungan startup, program inkubasi menjadi penting. “Pada fase early stage, pendampingan inkubasi sangat krusial,” ungkap Teten.
Pemerintah telah menginisiasi program startup global untuk membantu startup tahap awal bersaing di pasar internasional, dengan lebih dari 700 startup mengikuti program inkubasi dalam tiga tahun terakhir. Teten juga menekankan potensi besar sektor agrikultur, pendidikan, dan kesehatan sebagai peluang pertumbuhan bagi startup Indonesia di masa mendatang.































