Pembatasan BBM Subsidi Tekan Harga dan Daya Beli UMKM

InfoEkonomi.ID – Rencana pemerintah untuk membatasi konsumsi BBM subsidi dikhawatirkan akan mengerek harga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ekonom dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, menilai kebijakan ini dapat menyebabkan kenaikan harga produk-produk UMKM akibat beralihnya pelaku usaha ke BBM non-subsidi yang harganya lebih tinggi.

Ronny menjelaskan bahwa ketika pelaku UMKM kehilangan akses ke BBM subsidi, biaya produksi mereka akan meningkat, yang pada gilirannya akan berpengaruh pada harga jual produk ke konsumen. “Bagi kelompok usaha yang kehilangan fasilitas BBM subsidi, terutama UMKM, tentu akan menaikan harga produk dan jasa yang mereka produksi,” ungkapnya dikutip dari liputan6.com, Sabtu (5/10).

Lebih jauh, dampak dari kebijakan ini tidak hanya terbatas pada UMKM. Kenaikan biaya transportasi diprediksi akan memicu kenaikan harga produk makanan, serta pengurangan volume atau ukuran kemasan. “Jika itu adalah usaha jasa transportasi, maka biaya transportasi akan naik. Jika itu UMKM makanan, maka harga makanan yang mereka produksi akan naik atau volume dan ukurannya akan dikurangi,” jelas Ronny.

Pemerintah baru saja menaikkan harga BBM Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, solar menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter. Ronny menambahkan bahwa pembatasan BBM subsidi ini juga dapat menekan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah yang kehilangan akses subsidi.

Ronny menyatakan bahwa kelompok tersebut mungkin akan lebih mengandalkan tabungan mereka untuk menutupi pengeluaran tambahan. “Pembatasan pembelian BBM bersubsidi adalah sisi lain dari pengurangan anggaran subsidi untuk BBM, tanpa menaikan harga Pertalite,” katanya.

Lebih lanjut, risiko lain yang dihadapi adalah pengurangan anggaran belanja untuk kebutuhan lainnya, yang pada akhirnya akan menurunkan konsumsi rumah tangga. “Risikonya, dengan pendapatan yang tidak naik, maka konsumsi atas kebutuhan lain berpotensi dihentikan atau disubstitusikan dengan barang atau jasa yang lebih murah,” pungkasnya.

 

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img