Cendol, Biang Debat Se-Asia Tenggara yang Manis Menyegarkan

InfoEkonomi.ID – Perdebatan tentang asal-usul cendol kembali mencuri perhatian warganet di Asia Tenggara. Diskusi ini semakin hangat setelah seorang pengguna media sosial dari Malaysia membagikan berbagai versi cendol dari negara-negara di kawasan tersebut. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa budaya dan tradisi di Asia Tenggara saling berkaitan dan bukan milik eksklusif satu negara.

Cendol memiliki berbagai nama, seperti chendol, nom lort, lot chong, dan mont let saung, namun visualnya serupa. Pengguna dari Indonesia pun tak menampik keberadaan versi cendol lainnya, tetapi mereka menegaskan bahwa cendol berasal dari Indonesia dan kemudian menyebar ke negara lain. Banyak dari mereka menguatkan argumen ini dengan merujuk pada dokumen sejarah.

Cendol pertama kali muncul dalam naskah Kresnayana dari Kerajaan Kediri pada abad ke-12, di mana istilah “dawet” digunakan untuk minuman ini. Dawet, yang menjadi bagian penting dalam tradisi pernikahan Jawa, menampilkan jeli beras hijau sebagai ciri khasnya. Di sisi lain, kata “cendol” pertama kali disebutkan pada 1932 di Kuala Lumpur.

Asumsi bahwa cendol berasal dari kata “jendol” dalam bahasa Indonesia, yang berarti “menonjol,” menguatkan klaim Indonesia sebagai negara asal. Namun, koloni Inggris yang datang ke Malaysia membawa es, memodifikasi cendol menjadi es cendol yang kita kenal sekarang. Ini membuka akses ke es di kota-kota pelabuhan, memungkinkan eksperimen kuliner.

Dalam perdebatan yang berkepanjangan, CNN pernah menyebutkan Singapura sebagai negara asal cendol dalam daftar 50 Makanan Penutup Terbaik di Dunia, menambah panasnya diskusi antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Baru-baru ini, program Food Fight di CNA Insider menelusuri asal-usul cendol ke tiga negara. Dalam perjalanan tersebut, pakar kuliner Ivan Brehm menyebutkan bahwa cendol terinspirasi dari hidangan Persia, Faloodeh, yang kemudian dibawa ke India dan akhirnya ke Malaysia. Namun, Chef William Wongso dari Indonesia menekankan bahwa dawet sebagai “saudara kembar” cendol sudah ada jauh lebih lama.

Di Singapura, pemilik kedai cendol tertua meragukan klaim bahwa cendol berasal dari negara mereka, menegaskan bahwa asal-usulnya lebih dekat dengan Pulau Jawa di Indonesia. Dengan demikian, perdebatan tentang cendol sepertinya akan terus berlanjut, mencerminkan keragaman budaya dan tradisi yang kaya di Asia Tenggara.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img