InfoEkonomi.ID – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) melaporkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp69,32 miliar pada kuartal III tahun 2024, meningkat signifikan sebesar 194,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 23,53 miliar.
Meskipun laba mengalami lonjakan, pendapatan ADHI sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2024 justru mengalami penurunan sebesar 19,9% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 9,16 triliun. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya beban pokok pendapatan yang turun menjadi Rp 8,29 triliun dari Rp 10,32 triliun, sehingga laba kotor per September 2024 menjadi Rp 863,58 miliar, dibandingkan dengan Rp 1,119 triliun tahun lalu.
Setelah dikurangi beban usaha penjualan Rp 9,66 miliar dan beban umum serta administrasi sebesar Rp 598,4 miliar, total beban usaha mencapai Rp 608,14 miliar. Hal ini membuat laba usaha turun menjadi Rp 255,4 miliar dari Rp 582,4 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan laba ADHI didorong oleh laba ventura bersama yang naik menjadi Rp 568,73 miliar dari sebelumnya Rp 277,6 miliar. Meski beban keuangan meningkat menjadi Rp 602,8 miliar dari Rp 583,4 miliar, pendapatan bersih lainnya juga naik menjadi Rp 83,3 miliar dari Rp 70,6 miliar. Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 110,03 miliar, naik tipis dari Rp 100,03 miliar.
Setelah memperhitungkan pajak penghasilan, laba tahun berjalan untuk sembilan bulan pertama tahun 2024 mencapai Rp 92,51 miliar, naik 16,48% dari Rp 79,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mencerminkan kinerja PT Adhi Karya dalam mengelola tantangan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.































