InfoEkonomi.ID – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) menunjukkan optimisme tinggi terhadap potensi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok melalui partisipasi dalam China–ASEAN Expo (CAEXPO) ke-21.
Pameran tahunan ini akan berlangsung secara fisik di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Nanning, Tiongkok, dari 24 hingga 28 September 2024. Selain itu, pameran daring akan digelar mulai 24 September 2024 hingga 31 Desember 2024 melalui platform online CAEXPO.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Mardyana Listyowati, menyatakan keyakinannya bahwa partisipasi Indonesia dalam CAEXPO ke-21 akan memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Baca juga : Pagu Anggaran Kemendag 2025 Rp1,85 Triliun, Fokus Tingkatkan Ekspor
“Pameran ini merupakan forum strategis untuk mempromosikan perdagangan dan investasi, baik bagi Indonesia maupun negara-negara ASEAN lainnya. Kami yakin bahwa keikutsertaan kami di CAEXPO 2024 akan mendorong peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok,” ujar Mardyana.
Pameran kali ini menjadi yang pertama diadakan selama lima hari sejak dimulainya CAEXPO pada tahun 2004, yang sebelumnya hanya berlangsung selama empat hari.
Perluasan Sektor dan Peluang untuk UKM
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Miftah Farid, menambahkan bahwa CAEXPO ke-21 akan memperluas partisipasi Indonesia di berbagai sektor. “Pameran ini memberikan kesempatan penting bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia untuk terhubung dengan pasar Tiongkok, yang dapat mendorong peningkatan ekspor ke negara tersebut,” tutur Miftah.
Fokus Pameran dan Paviliun Indonesia
Indonesia akan menampilkan dua paviliun di CAEXPO 2024:
- Paviliun Komoditas: Dengan luas 2.160 meter persegi di aula D4, paviliun ini akan menampilkan 100 stan yang memamerkan produk-produk potensial Indonesia, termasuk makanan dan minuman, fesyen dan aksesori, furnitur dan dekorasi rumah, serta produk kebutuhan sehari-hari.
- Paviliun Nasional (City of Charm): Berlokasi di aula B2 seluas 160 meter persegi, paviliun ini akan fokus pada minyak sawit, salah satu komoditas utama Indonesia yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Paviliun ini akan menampilkan potensi dan manfaat minyak sawit, serta upaya keberlanjutan dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Mardyana menjelaskan, “Paviliun Nasional akan menyoroti potensi dan manfaat minyak sawit dari BPDPKS, termasuk berbagai produk turunan yang bernilai tinggi, serta upaya keberlanjutan dalam sektor ini.”
Tiongkok terus menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Dalam lima tahun terakhir (2019—2023), perdagangan kedua negara menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 19,12 persen. Total perdagangan tahun 2023 mencapai USD 127,81 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Tiongkok sebesar USD 64,93 miliar dan impor dari Tiongkok sebesar USD 62,88 miliar. Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 2,05 miliar.
Dengan partisipasi aktif dalam CAEXPO 2024, Kemendag RI berharap dapat memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok, serta membuka peluang baru bagi produk Indonesia di pasar global.

































