Tips Aman Minum Kopi untuk Penderita Asam Lambung!

InfoEkonomi.ID – Asam lambung, atau yang sering disebut dengan gastroesophageal reflux disease (GERD), adalah kondisi medis yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang dapat menyebabkan rasa terbakar di dada atau nyeri ulu hati. Penderita asam lambung sering kali harus menghindari makanan dan minuman tertentu yang dapat memicu gejala mereka. Salah satu pertanyaan umum yang sering diajukan adalah apakah penderita asam lambung boleh minum kopi.

Efek Kopi pada Asam Lambung
Kopi merupakan minuman yang banyak digemari oleh masyarakat karena kandungan kafeinnya yang dapat memberikan efek stimulan. Namun, bagi penderita asam lambung, kopi dapat menjadi masalah karena beberapa alasan:

- Advertisement -
  • Kandungan Kafein: Kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung, yang dapat memperburuk gejala GERD.
    Sifat Asam: Kopi memiliki sifat asam yang dapat mengiritasi lapisan kerongkongan dan
  • lambung, memperparah rasa terbakar atau nyeri ulu hati.
  • Relaksasi Sfingter Kerongkongan: Kafein juga dapat menyebabkan relaksasi sfingter esofagus bagian bawah (LES), katup yang mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Ketika LES melemah atau rileks, risiko refluks asam meningkat.

Meski begitu, untuk kamu yang wajib ngopi tiap hari dan bukan termasuk pengidap GERD akut, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti saat mengonsumsi kopi agar tetap aman dan nyaman.

1. Pilih Jenis Kopi yang Aman Untuk Lambung
Pertama, pilihlah jenis kopi yang aman bagi lambung. Dilansir dari Alodokter, ada beberapa jenis kopi yang bisa kamu nikmati tanpa khawatir memicu asam lambung.

- Advertisement -
  • Kopi Luwak
    Kopi ini terkenal karena proses alaminya yang unik, di mana biji kopi difermentasi dalam perut luwak sebelum akhirnya dikumpulkan dan diproses lebih lanjut. Hal ini menyebabkan kopi luwak memiliki kandungan asam yang lebih rendah dan kafein sekitar 45 mg per cangkir, menjadikannya salah satu pilihan yang baik bagi penderita asam lambung.
  • Kopi Dark Roast
    Dalam proses roasting, semakin gelap biji kopi saat disangrai, semakin rendah kandungan asam dan kafeinnya. Kopi dark roast memiliki rasa pahit yang khas dengan aroma yang kuat, keasaman yang lebih rendah, dan kandungan kafein sekitar 50 mg per cangkir.
  • Kopi Arabika
    Dikenal karena rasa asam yang ringan dan manis, kopi Arabika memiliki kafein yang juga cenderung rendah, sekitar 90 mg per cangkir. Ini membuat kopi arabika menjadi pilihan yang aman bagi lambung.
  • Kopi Excelsa
    Kopi Excelsa adalah varietas kopi liberika dengan aroma buah yang khas dan tingkat kepahitan serta keasaman yang sedang. Meskipun kandungan kafeinnya cukup tinggi, sekitar 129 mg per cangkir, sifatnya yang tidak terlalu asam membuatnya menjadi pilihan yang cukup aman.
  • Kopi Chicory
    Bukan biji kopi biasa, chicory dibuat dari akar tanaman Cichorium intybus yang dipanggang. Kopi Chicory memiliki rasa dan aroma yang mirip kopi asli tetapi dengan kafein yang rendah dan hampir tanpa keasaman, membuatnya menjadi alternatif yang baik bagi penderita asam lambung.

2. Gunakan Metode Penyeduhan Kopi Cold Brew
Kedua, cara penyajian kopi juga berpengaruh. Kopi cold brew, misalnya, memiliki kandungan asam yang lebih rendah dibandingkan dengan kopi panas tradisional. Ini karena metode penyeduhan yang dilakukan tanpa panas, sehingga asam yang dihasilkan pun lebih sedikit. Oleh karena itu, untuk mencegah asam lambung naik, mengonsumsi kopi cold brew menjadi alternatif yang disarankan untukmu.

3. Batasi Asupan Kopi
Mesti telah memilih jenis kopi dan menggunakan metode cold brew, namun asupan kafein harian dari mengonsumsi kopi tetap perlu dibatasi. Terlebih jika kamu masih mengonsumsi makanan asam, pedas, cokelat, atau teh. Ahli medis menyarankan agar penderita asam lambung membatasi asupan kopi tidak lebih dari dua cangkir per hari. Dengan membatasi jumlah kopi, kamu bisa mengurangi risiko gejala asam lambung yang muncul.

4. Tambahkan Susu
Selanjutnya, penggunaan susu dalam kopi bisa menjadi alternatif. Menambahkan susu murni bisa membantu mengurangi keasaman kopi karena protein dalam susu dapat mengikat asam klorogenat yang ada dalam kopi untuk menekan timbulnya asam lambung.

Selain metode cold brew, bagi kamu pengidap GERD, mengonsumsi kopi dengan metode latte juga bisa menjadi pilihan lain. Selain karena biji kopi yang digunakan telah melalui proses pemanggangan dalam waktu lama, kopi latte juga bisa ditambahkan dengan susu.

- Advertisement -

5. Konsumsi Obat Penghambat Asam Lambung Sebelum Minum Kopi
Bagi kamu pengidap GERD, pastikan untuk selalu membawa obat yang kamu konsumsi, baik itu obat pereda sakit atau penghambat asam lambung. Obat jenis proton pump inhibitor (PPI) yang bisa diminum sekitar setengah jam sebelum mengonsumsi kopi, dapat menekan produksi asam lambung dan memberi perlindungan tambahan ketika kamu ingin menikmati kopi.

Jadi, meskipun kamu menderita asam lambung, bukan berarti harus mengucapkan selamat tinggal pada kopi. Dengan mengikuti tips di atas, kamu tetap dapat menikmati secangkir kopi tanpa harus khawatir dengan gejala yang mungkin timbul.

Selain membatasi asupan kafein dalam kopi per harinya, penderita GERD juga perlu memperhatikan waktu untuk mengonsumsi kopi. Hindari mengonsumsi kopi selagi perut masih kosong, karena dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung. Sebagai penderita GERD, sebaiknya mengonsumsi obat lambung 30 menit sebelum menikmati kopi.

Di samping itu, campuran kopi, seperti susu, creamer, dan daily product juga perlu diperhatikan, karena kandungan lemak susu berpotensi membuat otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophagus sphineter menjadi lebih lentur. Apabila hal tersebut terjadi, akibatnya otot semakin tidak dapat menutup rapat dan memicu asam lambung semakin naik ke atas.

Menerapkan gaya hidup sehat juga dapat membantu meringankan gejala asam lambung. Misalnya, menghindari beberapa jenis makanan dan minuman lainnya yang memperburuk asam lambung dan GERD seperti cokelat, permen, makanan pedas, asam, berlemak, dan minuman beralkohol. Di samping makanan dan minuman, menghindari makan selama 2 atau 3 jam sebelum tidur, memiliki pola tidur yang baik, hingga memposisikan bantal dengan baik dan benar juga berpengaruh pada asam lambung.

Tentu saja, jika gejala asam lambung muncul setelah mengonsumsi kopi, lebih baik konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img