Dorong Inklusi Keuangan, Bank Sampoerna dan JULO Beri Akses Kredit Secara Digital

InfoEkonomi.ID – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna), yang sejak awal fokus pada pemberdayaan UMKM, bersama dengan JULO Group (JULO), sebuah perusahaan teknologi lokal Indonesia, telah menyepakati kerja sama pembiayaan dengan penambahan fasilitas kredit hingga Rp600 miliar.

Fasilitas kredit ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin antara Bank Sampoerna dan JULO sejak 2017, dengan tujuan utama menyasar masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan formal. Langkah ini juga merupakan upaya untuk mendorong pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia.

Henky Suryaputra, Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, menyatakan bahwa kemitraan strategis dengan JULO mencerminkan tiga pilar utama perusahaan: UMKM, pengembangan teknologi, dan kolaborasi. Bank Sampoerna, sejak awal berdirinya, telah konsisten dalam memberdayakan UMKM. Dengan memperkuat kolaborasi dan digitalisasi, diharapkan masyarakat dan pelaku UMKM dapat lebih mudah mengakses pendanaan produktif.

Kerja sama pembiayaan antara Bank Sampoerna dan JULO dimulai pada 2017 dengan nilai awal Rp10 miliar dan terus meningkat seiring dengan perkembangan bisnis JULO. “Kami memutuskan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pendanaan kepada JULO karena prospek dan performa bisnisnya sangat baik. Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi kami untuk memperluas inklusi keuangan, akses kredit, dan memenuhi kebutuhan pendanaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Henky.

Hingga akhir Maret 2024, Bank Sampoerna mencatat total penyaluran kredit meningkat 13,2% menjadi Rp11,6 triliun dibandingkan dengan Rp10,3 triliun pada akhir Maret 2023. Sebanyak 67% dari total penyaluran kredit, atau senilai Rp7,8 triliun, ditujukan untuk pelaku UMKM, yang disalurkan baik secara langsung oleh Bank Sampoerna maupun melalui kerja sama dengan mitra.

Presiden Direktur JULO, Harri Suhendra, menjelaskan bahwa penambahan fasilitas kredit ini dapat mendukung perusahaan memperluas akses pendanaan yang terjangkau, mudah, dan inklusif kepada masyarakat, terutama kepada underbanked dan unbanked yang jumlahnya masih cukup besar, yaitu sekitar 48% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 97,8 juta orang. Selain itu, JULO melihat potensi penyaluran kredit untuk berbagai pendanaan, termasuk kredit produktif, di mana hanya 27,6% dari lebih dari 60 juta UMKM di Indonesia yang mendapatkan fasilitas kredit dari institusi formal.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan Bank Sampoerna sehingga kerja sama ini dapat dilanjutkan. Hal ini semakin memperkuat kredibilitas JULO sebagai perusahaan fintech lending yang sehat di industri dan memiliki manajemen risiko yang sesuai dengan risk appetite Bank Sampoerna,” tambah Harri.

Sejak berdiri pada 2017, JULO mencatat pertumbuhan bisnis yang positif. Hingga 2024, total pendanaan yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp15 triliun, dengan manajemen risiko yang baik pada tingkat keberhasilan bayar (TKB90) sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

JULO selalu menerapkan prinsip pemberian pendanaan yang berhati-hati dan sehat kepada seluruh nasabahnya, demi menjaga stabilitas TKB90 dan meningkatkan kesehatan perusahaan dari sisi regulasi oleh OJK.

Dalam empat bulan pertama tahun ini, total penyaluran pendanaan JULO meningkat sebesar 87,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai lebih dari Rp3 triliun. JULO menargetkan penyaluran pendanaan lebih dari Rp10 triliun hingga akhir tahun 2024.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img