Brantas Abipraya Kolaborasi dengan BUMN Lain Gelar Pelatihan dan Pelestarian Terumbu Karang

InfoEkonomi.ID – PT Brantas Abipraya (Persero) bersama dua BUMN lainnya mengadakan pelatihan bertema “Konsistensi Pelaku Usaha Dalam Melestarikan Lingkungan” dan konservasi terumbu karang di Pantai Pulisan, daerah pariwisata super prioritas di Minahasa Utara, belum lama ini.

Kegiatan ini dilatarbelakangi atas kepedulian Brantas Abipraya terhadap kehidupan masyarakat Desa Pulisan yang sangat bergantung pada ekosistem terumbu karang di sepanjang Pantai Pulisan dan besarnya manfaat terumbu karang sebagai bagian penting dari ekosistem laut yang berfungsi sebagai habitat dan tempat berkembang biota laut di daerah itu.

- Advertisement -

Direktur SDM dan Umum Brantas Abipraya Tumpang Muhammad mengatakan, sebagai bahan kapur, perhiasan, dan lainnya terumbu karang memiliki potensi ekonomi yang besar. “Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya membangun kesadaran untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, tetapi juga mendorong pelaku usaha di pesisir untuk melihat potensi usaha dari terumbu karang yang dilestarikan,” ujar Tumpang dalam rilis tertulis brantas-abipraya.co.id, Rabu (5/6).

Ia menambahkan, dengan memanfaatkan potensi tersebut, usaha nasabah ultra mikro di Minahasa Utara bisa lebih beragam. “Pantai Pulisan ini adalah Daerah Pariwisata Super Prioritas. Semoga kelestariannya meningkatkan daya tarik pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal,” tambahnya.

- Advertisement -

Keseriusan Brantas Abipraya dalam program TJSL, khususnya pilar pembangunan lingkungan, terlihat dari beberapa kegiatan lainnya. Perusahaan konstruksi ini juga melakukan penghijauan di kawasan bendungan yang sedang digarap, seperti di proyek PLTM Padang Guci 1 dan 2 di Bengkulu, greenbelt Waduk Tukul Pacitan, serta Bendungan Ciawi dengan penghijauan hulu sungai Ciliwung dan Cisadane.

Program Abipraya Peduli Lingkungan juga meliputi penanaman 12.500 pohon sengon di Desa Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, serta 800 pohon buah seperti durian, mangga, dan pinus di Proyek PLTM Padang Guci 1 dan 2. Penanaman ini dilakukan bersama masyarakat lokal dengan pola tumpang sari.

Sebelumnya, Brantas Abipraya bersama tujuh BUMN Karya lainnya menanam 100.000 bibit mangrove di lahan seluas 3,5 hektare di Timbul Sloko, Demak, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-78.

Aksi ini tidak hanya merupakan kontribusi nyata Brantas Abipraya dalam pemberdayaan lingkungan, tetapi juga berdampak pada komunitas lokal dan mendukung penguatan ekonomi lokal terkait sektor lingkungan dan pariwisata.

- Advertisement -

“Masyarakat adalah bagian penting untuk kemajuan Brantas Abipraya. Ini bukti komitmen kami sebagai BUMN konstruksi yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan dan bantuan melalui program TJSL. Kemajuan Brantas Abipraya berkat dukungan masyarakat sekitar, karenanya kami berinvestasi pada masyarakat dan lingkungan melalui program TJSL,” tutup Tumpang.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img