InfoEkonomi.ID – PT Bank Digital BCA (BCA Digital/blu) terus menorehkan kinerja gemilang di awal tahun 2024. Terbaru, laba bersih milkih anak usaha BCA ini dilaporkan mengalami kenaikan signifikan 2.663% dari periode sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Selasa (7/5/2024), laba bersih BCA Digital tembus Rp22,55 miliar di kuartal I-2024. Di periode yang sama di tahun sebelumnya laba bersih yang diperoleh hanya Rp816 juta.
Laba bersih anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA ini terdorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) 82,19% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp209,67 miliar dari sebelumnya Rp115,08 miliar.
Blu juga mencatatkan peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang melesat 178,13% menjadi Rp9,22 miliar dari sebelumnya Rp3,32 miliar.
Selanjutnya, BCA Digital juga membukukan kenaikan pendapatan lainnya sebesar 379,73% menjadi Rp3,98 miliar pada kuartal I/2024 dari sebelumnya Rp829 juta Pada rasio profitabilitas, kuartal I/2024 BCA Digital mencatatkan perbaikan rasio imbal balik ekuitas (return on equity/ROE) menjadi 2,27% dari 0,08%.
Lalu, rasio imbal balik aset (return on asset/ROA) BCA digital berada di level 0,71% dari yang sebelumnya terparkir di 0,03% pada kuartal I/2023.
Adapun, rasio margin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat naik 147 basis poin (bps) menjadi 5,97% pada kuartal I/2024 dari sebelumnya 4,5% pada kuartal I/2023.
Kemudian, dari segi intermediasi, blu by BCA Digital telah menyalurkan total kredit sebesar Rp4,52 triliun kuartal I/2024, tumbuh 37,74% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,28 triliun.
Alhasil, aset bank ikut terkerek naik 23,14% menjadi Rp14,34 triliun dari Rp11,64 triliun Seiring dengan pertumbuhan kredit, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross BCA Digital berada di level 1,81% dari 0,27%.
NPL net juga menjadi 0,37% dibanding sebelumnya 0,13% Terakhir, dari sisi pendanaan, BCA Digital telah meraup dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp10,03 triliun, naik 34,3% yoy, dibanding periode sebelumnya Rp7,47 triliun.
Adapun, dana murah atau current account savings account (CASA) mengalami kenaikan 69,24% menjadi Rp3,92 triliun dari sebelumnya Rp2,32 triliun. Artikel ini dilansir dari Bisnis.com

































