InfoEkonomi.ID – PT BCA Finance mencatat pencapaian gemilang pada kuartal pertama tahun 2024 dengan mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar Rp10,9 triliun. Angka tersebut menandai kenaikan sebesar 13,8% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BCA Finance, Roni, menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian ini, “Pembiayaan baru kami dari Januari hingga Maret tahun ini mencapai Rp10,9 triliun, meningkat 13,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.”
Roni menjelaskan bahwa meskipun penopang utama pertumbuhan pembiayaan baru masih berasal dari pembelian mobil baru, namun masih belum pasti apakah pertumbuhan ini dipengaruhi oleh momen Ramadan. Pihaknya masih dalam proses pengolahan data untuk pembiayaan selama periode Ramadan 2024.
Meskipun demikian, Roni menegaskan bahwa pembiayaan selama bulan Ramadan cenderung lebih tinggi daripada bulan-bulan biasa, sesuai dengan tren yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini sesuai dengan tren tahun-tahun sebelumnya,” kata Roni.
Diberitakan sebelumnya, perusahaan pembiayaan milik BCA Group tersebut memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan pada bulan Ramadan tahun ini. Bahkan untuk periode Maret 2024, perseroan memperkirakan bisa menyalurkan pembiayaan baru sebanyak Rp4 triliun.
Roni mengatakan pihaknya optimistis pembiayaan baru pada bulan Ramadan akan menjadi yang tertinggi pada tahun ini yang sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
“Target new booking di bulan Maret sebanyak Rp4 triliun,” kata Roni yang dilansir dari Bisnis, Selasa (12/3/2024).
Roni memperkirakan pertumbuhan tersebut disokong oleh pembiayaan kendaraan termasuk mobil bekas. Terlebih pihaknya memberikan penurunan bunga kredit mobil bekas jelang lebaran. Ini juga merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pembiayaan selama Ramadan 2024.
Per April 2023, BCA Finance mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp13,1 triliun. Angka tersebut naik 25,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang saat itu mencapai Rp7 triliun. Penyaluran pembiayaan baru kala itu didominasi oleh kredit mobil baru.

































