InfoEkonomi.ID – Dalam sebuah kesempatan penting, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan pelaksanaan Program Bantuan Pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai strategi pemerintah untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan dari dampak kenaikan harga komoditas yang disebabkan oleh fenomena El Nino dan gangguan rantai pasok global.
Demikian disampaikannya saat menyampaikan keterangan terkait bantuan sosial yang saat ini tengah menjadi polemik di sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi.
Menurut penjelasan Menko Airlangga, Program Bantuan Pangan, yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, telah diluncurkan sebagai langkah awal.
Program ini menyediakan bantuan berupa 10kg beras per Keluarga Penerima Manfaat (KPM), menjangkau sekitar 21,3 juta KPM dengan anggaran mencapai Rp18,1 triliun.
Sementara itu, BLT El Nino memberikan manfaat sebesar Rp200 ribu per bulan kepada 18,8 juta KPM, dengan dana sebesar Rp7,5 triliun yang disalurkan melalui Kementerian Sosial.
Pada tahun 2024, pemerintah melanjutkan komitmennya dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,4 triliun untuk Program Bantuan Pangan yang menyasar 22 juta KPM, dan Rp11,3 triliun untuk Program BLT Mitigasi Risiko Pangan, memberikan manfaat yang sama kepada 18,8 juta KPM.
Menko Airlangga menekankan bahwa Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) telah dilaksanakan secara rutin, transparan, dan akuntabel. Dia menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai kerentanan ekonomi dan menghadapi tantangan seperti kenaikan harga pangan akibat El Nino.
Selain itu, penetapan dan pelaksanaan program tersebut dilakukan dengan keterbukaan dan akuntabilitas melalui mekanisme APBN, yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk DPR-RI.
Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk melindungi kesejahteraan masyarakat melalui langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terjadi di masa mendatang.

































