Harga Minyak Dunia Melonjak ke USD 100 per Barel Imbas Konflik Iran-Israel

InfoEkonomi.ID – Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Iran terhadap Israel, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang dapat mengganggu pasokan minyak dunia. Analis memperkirakan bahwa harga minyak bisa melonjak hingga mencapai USD 100 per barel atau bahkan lebih tinggi akibat dampak dari serangan tersebut.

Iran, sebagai salah satu produsen minyak terbesar ketiga di OPEC, memiliki potensi besar untuk mempengaruhi pasar energi global. Gangguan pada kapasitas produksi atau ekspor minyak Iran dapat memicu kenaikan harga yang signifikan. Pasar saat ini secara cermat memantau perkembangan situasi, terutama terkait dengan kemungkinan penutupan Selat Hormuz.

Selat Hormuz, merupakan jalur vital yang menghubungkan Iran dengan Oman, dan merupakan jalur aliran seperlima dari produksi minyak dunia setiap harinya. Jika terjadi penutupan, harga minyak mentah Brent dapat mencapai USD 120 hingga USD 130 per barel, sesuai dengan perkiraan Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

Serangan Iran terhadap Israel, yang melibatkan lebih dari 300 drone dan rudal, diyakini sebagai tanggapan terhadap serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah beberapa waktu lalu. Dampak dari konflik tersebut telah terasa di pasar minyak dunia, meskipun pada perdagangan Asia pagi ini harga minyak diperdagangkan sedikit lebih rendah.

Patokan global minyak Brent turun 0,31% menjadi USD 90,17 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS juga mengalami penurunan sebesar 0,44%, diperdagangkan pada USD 85,28 per barel pada hari Senin (15/4). Meskipun demikian, pasar tetap waspada terhadap kemungkinan eskalasi konflik dan potensi gangguan pada pasokan minyak global.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img