InfoEkonomi.ID – Industri perbankan, terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD), menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Bank harus terus berinovasi dan meningkatkan kualitas agar dapat tetap bersaing di dalam industri yang dinamis ini.
Babay menjelaskan bahwa tantangan pertama adalah terkait dengan pengembangan SDM. BPD perlu mengubah konsep dan pola pengembangan SDM secara menyeluruh, mulai dari proses rekrutmen hingga pensiun. Menurutnya, perubahan harus dilakukan dari awal hingga akhir untuk mencapai peningkatan yang signifikan, bukan hanya perubahan biasa, melainkan perubahan yang luar biasa guna tetap relevan dalam persaingan.
Tantangan kedua terkait dengan teknologi. Babay menyatakan bahwa sektor ini juga menjadi fokus utama tantangan bagi BPD karena BPD umumnya tertinggal dalam mengadopsi teknologi yang memiliki biaya tinggi. Salah satu solusi yang disarankan adalah melalui Kolaborasi Usaha Bank (KUB) atau holdingisasi, di mana bank dapat saling mendukung dalam pengembangan teknologi. Babay menekankan pentingnya transformasi teknologi bagi BPD agar dapat tetap berkelanjutan dalam bisnis perbankan yang terus berubah.
Bank Sumut telah merumuskan strategi untuk menghadapi tahun 2024 dengan fokus pada lima segmen potensial. Pertama, Bank Sumut akan memprioritaskan sektor pedesaan yang memiliki potensi besar di Sumut dengan adanya dana yang signifikan dari anggaran desa. Kedua, Bank Sumut akan menggarap sektor pemerintahan dengan menarik vendor-vendor yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumut sebagai nasabah. Ketiga, Bank Sumut akan fokus pada sektor kesehatan yang memiliki jumlah puskesmas dan RSUD yang signifikan di Sumut. Selain itu, Bank Sumut juga akan menggarap sektor pendidikan dan agrobisnis di wilayah Sumut.
Dengan fokus pada kelima segmen ini, Bank Sumut berharap dapat meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit serta merebut kembali pasar dari persaingan bisnis perbankan.

































